Sabtu, 20 September 2014

KAMUS KOMPETENSI

NoKompetensiLevelDevinisi
1Kemampuan perencanaan(planning)Kemampuan untuk menentukan tujuan/sasaran yang ingin dicapai, memantapkan rencana dan menyusun rencana-rencana kecil untuk mengkoordinasikan kegiatan.
1Tidak pernah menetapkan tujuan/sasaran pribadi, hanya mengikuti prosedur saja.
2Menentukan tujuan/sasaran yang hendak dicapai secara garis besarnya saja.
3Menentukan tujuan/sasaran yang hendak dicapai secara terperinci, meliputi kuantitas, kualitas dan waktu dengan menyusun langkah-langkah pencapaian sasaran berikut sumber daya yang diperlukan.
4Mengembangkan beberapa alternatif pencapaian sasaran berikut sumber daya yang diperlukan dan mampu meraih alternatif terbaik.
5Mempersiapkan langkah-langkah pencegahan apabila terjadi gangguan pada pelaksanaan pencapaian tujuan
6Mampu mensosialisasikan segala tujuan/sasaran yang dibuat dan langkah-langkah pencegahannya dan dimengerti serta dapat diterima oleh seluruh perusahaan.

2Kemampuan pengorganisasian (organizing)Kemampuan untuk menentukan jenis/macam pekerjaan, mengelompokkannya, menentukan sumber daya yang dipergunakan, mengatur pelaksanaan tugas (pembagian tugas) dan koordinasinya.
1Hanya memakai sistem dan prosedur pekerjaan yang sudah ada (misalnya job description, petunjuk pelaksanaan pekerjaan dsb) yang mungkin sudah tidak sesuai lagi dan butuh perbaikan.
2Mampu membatasi/mendefinisikan ulang macam pekerjaan yang diperlukan dan kompleksitasnya dan membaginya ke dalam unit dan pekerjaan yang lebih spesifik, mampu melakukan formalisasi dan sentralisasi pekerjaan.
3Mampu mengatur penggunaan alat, mesin serta fasilitas dan sumber daya lainnya dan mengatur pelaksanaan tugas di antara anggota kelompok kerja.
4Memperhitungkan efisiensi dan efektivitas pengaturan penggunaan alat, mesin serta fasilitas dan sumber daya lainnya.
5Menciptakan kesatuan komando untuk seluruh unit kerja dalam organisasi ; membangun hubungan antara individu, unit kerja dan divisi serta memantapkan batas wewenang/kekuasaan secara formal.
6Mampu menciptakan sistem baru dalam seluruh pekerjaan yang disesuaikan dengan tuntutan jaman dan jauh ke depan yang dapat diterapkan dalam organisasi.

3Kepemimpinankepemimpinan adalah keingingan untuk mengambil peran sebagai pimpinan dalam suatu kelompok dan memastikan adanya kejelasan si antara kelompok. Kepemimpinan kelompok umumnya (tetapi tidak selalu) muncul dari posisi atau otoritas formal.
1Mengadakan rapat dengan baik. Mengmukakan tujuan dan agenda, mengendalikan waktu.
2Membagi informasi. Memastikan anggota kelompok mendapatkan informasi yang diperlukan, menjelaskan alasan dari suatu keputusan. Memberikan kejelasan tentang sasaran kelompok dan bagaimana kontribusi setiap peran anggota dalam mencapai sasaran tersebut.
3Menggunakan otoritas secara adil. Menggunakan otoritas formal dan kekuasaaan secara adil dan merata. Memperlakukan semua anggota kelompok secara adil dan merata.
4Meningkatkan efektivitass kelompok. Meningkatkan efektivitas, moral dan produktivitas kelompok (keputusan untuk merekrut, mengeluarkan anggota kelompok, memberi pelatihan, dll). Termasuk tindakan-tindakan yang bertujuan untuk membangun semangat kelompok.
5Menjaga kelompok . Melindungi kelompok dan reputasinya. Memastikan kebutuhan praktis kelompok terpenuhi: mendapatkan orang yang tepat, sumber daya, informasi.
6Bertindak sebagai pemimpin. Memasrtikan bahwa orang lain dapat menerima misi, sasaran, agenda, iklim, kebijakan. Menjadi contoh baik. Memastikan tugas-tugas kelompok telah selesai. Pemimpin yang dapat diandalkan.
7Mengkomunikasikan visi. Memiliki karisma, menyampaikan visi yang menarik yang menimbulkan antusiasme, energi dan komitmen bagi kelompoknya.

4PengarahanPengarahan adalah keinginan untuk membuat orang lain mengikuti keinginannya dengan menggunakan kekuatan probadi atau kekuasaan jabatan secara efektif dan pada tempatnya demi kepentingan jangka panjang perusahaan. Termasuk didalamnya memberitahukan orang lain apa yang harus dilakukan dengan nada yang bervariasi mulai dari nada tegas sampai meminta atau bahkan mengancam.
1Memberi petunjuk. Memberi petunjuk dan menjelaskan tugas secara rinci dan jelas. Secara eksplisit mendelegasikan rincian tugas rutin adar mendapat keleluasaan untuk memperhatikan hal-hal yang lebih bernilai atau lebih jangka panjang.
2Menentukan batasan. Dengan tegas mengatakan “tidak”terhadap permintaan yang tidak masuk akal, atau menentukan batasan untuk perilaku orang lain. Bisa juga memanipulasi situasi untuk membatasi pilihan orang lain, atau memaksa mereka menyediakan sumberdaya yang diinginkan.
3Menuntut kenerja yang tinggi. Secara sepihak menetapkan standar, menuntut kinerja yang tinggi, kualitas dan sumber daya yang menarik. Meminta kepatuhan atas perintahnya atau permintaannya dengan pengawasan yang ketat.
4Menuntut orang untuk bertanggung jawab terhadap kinerjanya. Secara konsisten menbandingkan kinerja orang dengan standar. Menyatakan konsekuensi dan mengkonfrontasi orang lain secara terbuka dan langsung dalam masalah kinerja.

5Mengembangkan orang lainMengembangkan orang lain adalah keinginan tulus untuk mendorong proses belajar dan pengembangan orang lain. Kompetensi ini berfokus pada intensi untuk pengembangan bukan sekedar pelatihan formal.
1Menyatakan harapan positif. Memberikan komentar atau menyatkan harapan yang positif tentang pengembangan masa depan orang lain: kemampuan dan potensi sekarang dan masa depan. Percaya bahwa orang lian inging dan bisa belajar untuk meningkatkan kinerja mereka.
2Memberikan instruksi. Memberik instruksi rinci/ atau on-the-job demostration, memberitahukan cara mengerjakan sesuatu, memberi saran yang spesifik dan bermanfaat.
3Memberikan penjelasan dan dukungan. Memberikan arahan dan penjelasan atau rasional. Memberik dukungan praktis untuk memudahkan pekerjaan bawahan (memberi tambhaan sumber daya, alkat, informasi, saran ahli). Mengajukan pertanyaan, memberi tes atau menggunakan metode lain untuk memastikan bahwa orang tersebut telah memahami penjelasan yang diberikan.
4Memberikan umpan balik yang berimbang. Memberi umpan balik yang spesifik untuk tujuan pengembangan. Membesarkan hati orang yang baru saja mengalami kegagalan. Memberikan umpan balik negatif tentang perilaku bukan tentang pribadi , dan memberikan harapan positif untuk kinerja dimasa datang atau saran pribadi untuk perbaikan.
5Melakukan bimbingan (coaching). Mengatur penugasan, pelatihan formal atau hal lain yang sesuai untuk mendorong pengembangan dan proses belajar seseorang. Membuat orang mencari jawaban atas masalah mereka sendiri sehingga mereka mengetahui mengapa, daripada memberikan jawabannya. Ini tidak termasuk pelatihan formal yang merupakan kewajiban perusahaan, melailnkan mengidentifikasikan kebutuhan seseorang akan pelatihan dan pengembangan dan mengembangkan program atau materi baru untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

6KerjasamaKerjasama adalah keinginan untuk bekerja sama dengan orang lian secara kooperatif dan menjadi bagian dari kelompok. Bukan bekerja terpisah atau saling berkompetisi. Komptensi kerjsama menekankan peran sebagai anggota kelompok, bukan sebagai pemimpin.
1Bekerjasama. Berpartisipasi, anggota kelompok yang baik –melakukan tugas/bagiannya, mendukung keputusan kelompok. Sebagai anggota kelompok, mengupayakan agar anggota lain mendapat informasi yang relevan dan bermanfaat, misalnya informasi tentang proses kelompok, tindakan individual, atau peristiwa penting.
2Mengungkapkan harapan yang positif. Menyatakan harapan yang positif tentang orang lain dalam hal kemampuan, peran yang diharapkan, dsb. Menbicarakan anggota kelompok secara positif.
3Menghargai masukan. Menghargai masukan dan keahlian orang lain. Mau belajar dari orang lain (termasiuk dari bawahan dan teman sejawat). Meminta ide dan mendapat kepada semua anggota kelompok untuk membantu membuat keputusan. Mendorong kerjasama kelompok.
4Memberikan dorongan. Secara terbuka memberi pujian kepada orang yang berkinerja baik. Mendorong dan memberdayakan orang lain. Membuat orang lain merasa kuat dan penting.
5Membangun semangat kelompok. Bertindak untuk menciptakan suasana kerjasama yang akrab dan moral kerja yang dalam kelompok (misalnya menciptakan simbol identitas kelompok). Menyelesaikan perselisihan yang terjadi dalam kelompok. Melindungi/mempromosikan reputasi kelompok.

7Kemampuan pengendalian (controlling)kemampuan untuk memonitor kegiatan , memastikan tujuan telah tercapai seperti yang sudah direncanakan serta memperbaiki penyimpangan bila ada.
1Mampu melakukan kontrol terhadap pekerjaanya sendiri untuk memastikan pencapaian tujuan yang sudah ditetapkan.
2Mampu mengawasi jalannya kegiatan dalam unit kerja kecil untuk memastikan pencapaian tujuan yang sudah dietapkan dan melakukan perbaikan apabila terjadi penyimpangan.
3Mampu mengawasi jalannya kegiatan dalam unit kerja besar/departemen untuk memastikan pencapaian tujuan yang sudah dietapkan dan melakukan perbaikan apabila terjadi penyimpangan.
4Mampu mengawasi jalannya kegiatan dalam beberapa unit kerja besar/departemen untuk memastikan pencapaian tujuan yang sudah dietapkan dan melakukan perbaikan apabila terjadi penyimpangan.
5Mampu mengawasi jalannya kegiatan dalam divisi untuk memastikan pencapaian tujuan yang sudah dietapkan dan melakukan perbaikan apabila terjadi penyimpangan.
6Mampu mengawasi jalannya kegiatan keseluruhan perusahaan sehingga sesuai dengan strategi pencapaian sasaran yang telah ditentukan, dan segera melakukan koreksi-koreksi apabila terjadi penyimpangan.

8Kemampuan pemikiran konseptualkemampuan untuk menidentifikasikan pola atau hubungan yang tidak tampak dengan jelas. Termasuk didalamnya menyimpulkan informasi yang beragam dan tidak lengkap menjadi sesuatu yang jelas, mengidentifikasi kunci atau dasar permasalahan di dalam situasi yang kompleks dan menciptakan konsep-konsep baru.
1Menggunakan aturan dasar. Menggunakan aturan dasar, logika dan pengalaman masa lampau, pola kecendrungan (pattern) dalam mengidentifikasikan masalah. Mengetahui jika suatu peristiwa sama dengan peristiwa yang pernah terjadi dan mengenali kesamaan tersebut.
2Menggunakan konsep yang kompleks. Menggunakan pengetahuan teori atau trend masa lalu dalam melihat situasi sekarang(analisis masalah dasar, portofolio analisis). Mengaplikasikan dan memodifikasi konsep/metode kompleks untuk memecahkan permasalahan bisnis.
3Menjelaskan masalah atau situasi yang kompleks. Membuat situasi atau ide yang kompleks menjadi jelas, sederhana dan mudah dimengerti dengan menyusun suatu penjelasan yang berarti. Menyampaikan observasi atau pengetahuan yang ada dengan cara yang lebih sederhana. Dapat mengidentifikasikan kunci permasalahan pada situasi yang kompleks.
4Menciptakan konsep baru. Membuat konsep baru (yang tidak jelas bagi orang lain dan yang tidak dipelajari dari pendidikan atau pengalaman sebelumnya) untuk menjelaskan situasi atau memecahkan masalah.

9Kemampuan pemikiran analitispemahaman situasi/masalah dengan menguraikan masalah tersebut menjadi bagian-bagian kecil, atau melacak implikasi dari situasi tersebut secara bertahap. Termasuk didalamnya menyusun bagian-bagian tersebut secara sistematis; membuat perbandingan dari aspek-aspek yang berbeda; menetapkan prioritas secara rasional; mengidentifikasikan urutan waktu; hubungan sebab-akibat atau hubungan jika-maka.
1Menguraikan analitis. Menguraikan masalah atau situasi menjadi daftar tugas atau aktivitas sederhana tanpa mengaitkannya dengan nilai dan prioritas.
2Melihat hubungan tunggal atau sesederhana/dasar. Memilah masalah menjadi beberapa bagian. Membuat hubungan sederhana antar bagian-bagian tersebut. Hubungan sederhana atau tunggal, misalnua A mengakibatkan B; bisa memisahkan menjadi dua bagian: pro dan kontra. Mengurutkan daftar tugas berdasarkan urutan kepentingannya.
3Melihat hubungan majemuk atau kompleks. Menganalisa hubungan antara beberapa bagian dari masalah atau situasi misalnya A menyebabkan B; B menyebabkan C dan C menyebabkan Membagi tugas kompleks menjadi tugas yang lebih sederhana dalam cara yang sistematis. Mengidentifikasikan beberapa faktor penyebab yang potensial dan atau konsekuensi-konsekuensi dari berbagai tindakan. Menganalisa hubungan antara beberapa bagian masalah atau situasi
4Membuat analisa atau perencanaan yang kompleks. Menggunakan beberapa teknik analisa untuk menguraikan permasalahan yang kompleks. Menggunakan beberapa teknik analisa untuk memecahkan masalah-masalah kompleks untuk mencapai solusi. Hal ini melibatkan hubungan kausal yang majemuk yang mengarah pada lebih dari satu solusi.

10Dorongan Berprestasi0Fokus pada tugas. Bekerja keras, tetapi tidak ada bukti hasil kerja sesuai dengan standard prestasi.
1Bekerja dengan baik. Mencoba bekerja dengan baik dan benar. Merasa tidak puas bila melihat ketidak-efisienan (misalnya mengeluh karena waktu yang terbuang) tapi tidak melakukan tindakan perbaikan yang spesifik.
2Mencapai standar prestasi yang ditentukan. Memenuhi standar prestasi atau target yang ditetapkan oleh manajemen.
3Meningkatkan kinerja. Membuat perubahan spesifik dalam sistem atau metode kerjanya untukmeningkatkan kinerja (misalnya melakukan sesuatu dengan lebih baik, lebih cepat, dengan biaya lebih rendah; meningkatkan kualitas, kepuasan pelanggan, pendapatan) tanpa menetapkan sasaran yang spesifik.
4Menetapkan dan mencapai sasaran yang menantang. Menetapkan dan melakukan sesuatu untuk mencapai sasaran yang menantang baik untuk diri sendiri dan orang lain.
5Membuat analisis cost-benefit. Membuat keputusan, menetapkan prioritas atau memillih sasaran berdasarkan perhitungan input dan output; secara eksplisit menyatakan pertimbangan keuntungan, return on-investment atau analisis cost-benefit.
6Mengambil resiko wirausaha yang diperhitungkan. Membuat komitmen dalam menyediakan sumber daya dan waktu yang signifikan (dalam situasi yang tidak pasti) untuk meningkatkan keuntungan (misalnya mencoba membuat produk baru) seraya mengambil tindakan untuk meminimalkan resiko ( misalnya melakukan riset pasar)
11Inovation
0Tidak mengerjakan sesuatu yang baru. Mengerjakan hal yang rutin saja.
1Baru bagi pekerjaan. Melakukan sesuatu (untuk meningkatkan kinerja) yang belum dikerjakan pada pekerjaan tersebut sebelumnya, tetapi mungkin telah dilakukan di tempat lainnya dalam perusahaan.
2Baru bagi departemen atau unit tempatnya bekerja. Membawa suatu penemuan atau kreativitas baru yang menuntun pada efisiensi kerja departemen atau unit tersebut.
3Baru bagi perusahaan. Meningkatkan kinerja dengan melakukan sesuatu yang baru dan berbeda (yang belum dikerjakan di perusahaan, tetapi tidak harus baru bagi industri).

12Orientasi Pelayanan PelangganKeinginan untuk melayani atau membantu orang lian dalam rangka memenuhi kebutuhan mereka. Artinya berusaha untuk mengetahui dan memenuhi kebutuhan pelanggan. Pelanggan diartikan secara luas, yaitu meliputi pelanggan internal dan eksternal.
1Menindaklanjuti permintaan, pertanyaan, keluhan pelanggan. Mengabarkan pelanggan tentang kemajuan proyek. Memantau kepuasan pelanggan. Menyampaikan informasi yang berguna kepada pelanggan. Memberikan pelayanan yang ramah dan menyenangkan.
2Mengambil tanggung jawab pribadi. Mengambil tanggung jawab untuk menyelesaikan masalah pelayanan. Menyelesaikan masalah secara cepat dan tidak defensif.
3Bertindak untuk pelanggan. Menyediakan diri setiap saat, terutama pada saat pelanggan sedang dalam masa kritis. Misalnya, memberikan nomor telepon rumah atau nomor radio panggil kepada pelanggan agar mudah dihubungi. Atau mungkin menyediakan waktu lebih lama di tempat pelanggan. Bertindak lebih dari yang biasa doharapkan pelanggan.
4Menanggapi kebutuhan mendasar pelanggan. Mengetahui bisnis pelanggan dan/atau mencari informasi mengenai kebutuhan mendasar yang sesungguhnya dari pelanggan, lebih dari apa yang pernah diutarakannya. Memberikan jasa atau produk yang sesuai dengan kebutuhan ini.
5Menggunakan perspektif jangka panjang. Bekerja dengan menggunakan perspektif jangka panjang dalam menjawab masalah pelanggan. Bertindak layaknya sebagai kepanjangan tangan pelanggan. Dalam level ini. Yang bersangkutan mampu menjadi tangan kanan pelanggan dalam menyampaikan aspirasi kepada manajemen perusahaan.

13IntegritasIntegritas adalah bertindak konsisten sesuai dengan nilai-nilai dan kebijakan organisasi serta kode etik profesi, walaupun dalam keadaan yang sulit untuk melakukan ini. Dengan kata lain “’satunya kata dengan perbuatan”. Mengkomunikasikan maksud ide dan perasaan secara terbuka, jujur dan langsung sekalipun dalam negosiasi yang sulit dengan pihak lain.
1Memahami dan mengenali perilaku sesuai dengan kode etik. Mengikuti kode etik profesi dan perusahaan. Meluangkan waktu untuk memastikan bahwa apa yang dilakukan itu tidak melanggar kode etik.
2Melakukan tindakan yang konsisten dengan nilai (values) dan keyakinannya. Melakukan tindakan yang konsisten dengan nilai dan keyakinan atau berbicara tentang ketidaketisan meskipun hal ini akan mneyakiti kolega atau teman dekat. Jujur dalam berhubungan dengan pelanggan.
3Bertindak berdasarkan nilai (values) meskipun sulit untuk melakukan itu. Secara terbuka mengaku kesalahan. Mengambil tindakan atas perilaku orang lain yang tidak etis, meskipun ada resiko yang signifikan untuk diri sendiri maupun pekerjaan.

14FleksibilitasKemampuan untuk beradaptasi dan bekerja secara efektif dalam situasi yang berbeda, rekan kerja/kelompok yang berubah-ubah. Kemampuan untuk memahami dan menghargai perbedaan-perbedaan dan pendapat yang berlawanan dengan pendapatnya sendiri. Mampu menggunakan pendekatan yang sesuai untuk situasi yang berbeda-beda. Mencakup: daya adaptasi, obyektifitas dalam penilaian dan kemampuan menerima perubahan.
1Melihat situasi secara objektif . Menerapkan aturan secara fleksibel dan tidak kaku, tergantung situasinya termasuk dalam situasi-situasi mendesak (emergency). Dapat mengenali kebenaran dari pendapat orang lain.
2Menggunakan taktik-taktik tertentu dalam menerapkan aturan. Dapat merubah perilakunya ataupun pendekatannya sesuai tuntutan situasi. Menyesuaikan strategi, tujuan/goal atau membuat projek khusus untuk menghadapi situasi yang berbeda-beda.
3Melakukan adaptasi yang lebih bersifat keorganisasian. Melakukan penyesuaian jangka pendek yang berguna bagi perusahaan maupun pelanggan.
4Adaptasi strategi. Melakukan adaptasi yang sifatnya jangka panjang yang berguna bagi perusahaan maupun pelanggan.

15Pencari InformasiKeinginan untuk mengetahui lebih banyak tentang sesuatu, seseorang atau permasalah. Hal ini meliputi pencarian informasi secara mendalam, di luar pertanyaan rutin lebih dari yang dituntut dalam pekerjaan. Termasuk “menggali” untuk mendapatkan informasi yang akurat.
1Mengajukan pertanyaan. Mengajukan pertanyaan langsung kepada orang yang ada, berkonsultasi dengan sumber yang ada.
2Melakukan penyelidikan secara pribadi. Terjun langsung untuk menyelidiki masalah atau situasi. Mencari dan bertanya kepada orang yang mengetahui permasalahan. Menanyakan “apa yang terjadi”.
3Menggali lebih dalam. Menyampaikan sejumlah pertanyaan untuk mengetahui akar permasalahn atau potensi yang tersembunyi dibalik isu yang diutarakan. Melibatkan orang lain secara langsung terlibat, meminta pendapat, informasi pendukung, pengalaman, dll. Tidak berhenti pada jawaban pertama, mencari tahu mengapa sesuatu terjadi.
4Melakukan riset. Melakukan upaya sistematik dalam waktu yang terbatas untuk memperoleh data atau umpan balik yang diperllukan, atau penyelidikan mendalam dari sumber yang tidak biasa. Atau melakukan riset formal melalui surat kabar, majalah, jaringan komputer, atau sumber lainnya. Hal ini termasuk riset pasar, keuangan, atau pesaing.

16InisiatifInisiatif merujuk kepada : 1) identifiaksi masalah, hambatan atau peluang dan 2) mengambil tindakan untuk menjawab masalah atau peluang saat ini atau msa datang.
0Tidak memiliki inisiatif.
1Menunjukkan ketekunan. Memerlukan 1 atau 2 tahapan untuk mengatasi hambatan, tidak gampang menyerah.
2Bertindak atas peluang saat ini untuk mengatasi hambatan. Mengidentifikasikan dan melakukan tindakan atas peluang yang ada atau mengatasi hambatan yang muncul. Melakukan sesuatu tanpa diminta dan menyelesaikannya hingga tuntas.
3Bertindak cepat dalam situasi krisis atau tanpa informasi yang lengkap. Sigap mengambil keputusan dan tindakan dalam keadaan krisis tanpa harus menunggu perintah.
4Mengantisipasi masalah dan menciptakan peluang. Mengantisipasi masalah yang mungkin muncul dalam kurun waktu 12 bulan mendatang dan mengambil tindakan untuk mencegahnya. Melihat dan atau menciptakan peluang samapi 12 bulan mendatang dan mengambil tindakan proaktif untuk mewujudkannya.
5Bertindak dengan orintasi jangka panjang. Berpikir dengan orientasi jauh ke depan, lebih dari 1 tahun dan mengidentifikasikan peluang dan rintangan yang mungkin muncul dan mengambil tindakan yang sesuai.

17Membina hubunganMembina hubungan adalah membangun atau membina hubungan akrab, timbal balik, dan hangat atau jaringan kontak dengan orang lain yang akan berguna dalam bekerja dimasa depan. Hal ini mencakup kontak di luar lingkup pekerjaan dan mengarah pada pertemuan sosial dan pribadi.
1Melakukan kontak hubungan kerja. Kemampuan melakukan kontak hubungan kerja.
2Melakukan kontak informal. Melakukan kontak informasl selain kontak dalam pekerjaan. Termasuk memprakarsai diskusi atau obrolan ringan tentang hal-hal yang berhubungan dengan keluarga, olehraga, berita koran, dsb.
3Membina hubungan baik. Membina atau memelihara hubungan baik dengan kenalan atau pelanggan. Secara sadar melakukan usaha untuk membina hubungan. Misalnya asosiasi profesi atas dalam kegiatan olah raga.
4Melakukan kontak sosial. Sesekali memprakarsai pesta, kegiatan atau pertemuan khusus untuk meningkatkan hubungan bagik dengan pihak lain. Termasuk dalam hal ini mengundang kenalan ke rumah atau mengunjungi kenalan dirumahnya. Atau berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan sosial.
5Membina hubungan pribadi. Menciptakan persahabatan yang erta termasuk kesediaan membantu, membela atau mendampingi untuk memperluas jaringan kerja perusahaan dan mencapai tujuan bisnis.

ASSESSMENT CENTER

Daftar Isi
Daftar Isi
  1.  A.  ASSESSMENT CENTER
1. Pengertian Assessment Center
2. Tujuan Assessment Center
3. Kriteria Assessment Center

  1.  B.   METODE ASSESSMENT CENTER
1. Case Analysis
2. In-Tray
3. Uji Kompetensi
4. Psikometri
5. Group Discussion
6. Presentation
7. Interview Based Competency

  1.  C.   IMPLEMENTASI Assessment Center
1. Persiapan ruangan & Alat Tes
2. Introduce & Pemberitahuan Info Peserta assessment
3. Uji Kompetensi Personil Toko
4. Case Analysis
5. In-Tray
6. Psikometri
6. Group Discussion
7. ORCE (Observation, Record, Classification, and Evaluation)
8. Presentation
9. Interview Based Competency

  1.  D.  PENGOLAHAN DATA

Lampiran

  • Kertas kerja In-tray/Case Analysis
  • In-tray
  • Case Analysis
  • Worksheet Assessor
  • Lembar Diskusi Kelompok
  • Lembar jawaban tes MSDT
  • Lembar jawaban tes Papikostik
  • Guidance Interview





A. ASSESSMENT CENTER
1. Pengertian Assessment Center
Assessment Center merupakan metode berbasis kompetensi yang digunakan untuk mengukur dan mengevaluasi perilaku dengan menggunakan multimethod, multipleassessor/observer, multiple criteria, multiple input atau sumber, multiple peserta dan multiple instrument.

2. Tujuan Assessment Center
Adapun manfaat yang dapat digunakan dari hasil Assessment Center antara lain :
  1. Mengidentifikasikan kader-kader pemimpin.
  2. Mengidentifikasikan kebutuhan pengembangan karyawan.
  3. Memperoleh suatu kriteria yang jelas untuk suatu jabatan tertentu.
  4. Sebagai sarana untuk mengambil keputusan yang berkaitan dengan SDM, seperti rekruitment, promosi, mutasi dan pengembangan karir karyawan.
3. Karakteristik Assessment Center
Beberapa karakteristik yang harus terpenuhi dalam Assessment Center sebagai berikut :
a)      Assessment Center dirancang berdasarkan kompetensi
b)      Menggunakan berbagai tehnik atau multimethod, multipleassessor/observer, multiple criteria, multiple input atau sumber, multiple peserta dan multiple instrument untuk mengungkap  Kompetensi yang menjadi persyaratan untuk menduduki suatu jabatan tertentu.
c)      Melakukan ORCE (Observation, Record, Classification and Evaluation) atau observasi, merekam/mencatat, pengelompokan dan penilaian dari group discussion, presentation dan interview, dengan mencatat perilaku yang tampak  dari peserta.
d)     Melakukan pengolahan/integrasi data berdasarkan keseluruhan informasi yang diperoleh dari berbagai metode.

B. METODE ASSESSMENT CENTER
Dalam Assessment Center, ada beberapa metode yang digunakan, yaitu latihan simulasi, Psikometri dan Interview. Latihan simulasi terdiri dari : Case Analysis, In-Tray, Group Discussion, dan Presentation, sedangkan untuk Psikometri menggunakan alat tes MSDT dan Papikostik, serta Interview berbasis kompetensi untuk memperoleh informasi yang mendalam dari peserta.

1. Case Analysis
Case analysis merupakan suatu kegiatan analisa yang diberikan kepada peserta mengenai suatu kasus atau permasalahan yang dihadapi dan diminta untuk mencari solusi penyelesaiannya. Case analysis yang digunakan oleh Assessment Center, merepresentasikan permasalahan-permasalahan yang terjadi di tempat kerja, seperti : permasalahan prosedur kerja, customer, kompetitor, dll.

2. In-Tray
In-Tray merupakan simulasi dari situasi nyata yang dihadapi peserta dalam menjalankan tugas sehari-hari. Bentuk dari simulasi ini adalah kumpulan memo atau dokumen kerja yang harus direspon oleh peserta. Peserta diminta mencermati setiap memo dalam In-tray untuk mengidentifikasikan permasalahan dan hubungan antar memo, kemudian peserta diminta untuk menyimpulkan permasalahan secara keseluruhan, dan merencanakan alur tindakan untuk mengatasi permasalahan tersebut.
3. Group Discussion
            Group Discussion/diskusi kelompok merupakan suatu kegiatan, dimana para peserta diminta untuk membahas suatu masalah bersama-sama sehingga tercapai suatu konsesus atau kesepakatan. Tahap pertama dalam pelaksanaan diskusi kelompok, dimulai dengan Assesor memberikan permasalahan untuk dianalisa oleh peserta secara pribadi, kemudian hasil analisa pribadi dibahas dalam forum untuk mencapai kesepakatan bersama. Waktu yang dibutuhkan dalam group discussion kurang lebih 45-60 menit.
4. Presentation
Pada sesi presentasi, peserta diminta menyampaikan hasil analisa kasus/Case Analysis dan atau In-Tray. Presentasi dilakukan untuk melihat pemahaman peserta terhadap permasalahan yang dihadapi serta rencana tindakan penyelesaiannya. Aktivitas presentasi yang dilakukan oleh peserta melalui kertas kerja ataupun transparansi OHP berlangsung selama 15-20 menit. Ketika peserta menyampampaikan analisanya, Assessor mencatat dan mengobservasi hal-hal yang dianggap penting  selama presentasi dan interview.

5. Psikometri
Personality test adalah suatu tes/instrument untuk mengukur/melihat gaya kepemimpinan, tipe kepribadian, tingkat kecerdasan emosi, minat utnuk berprestasi dll. Intsrument yang digunakan untuk mengukur hal tersebut menggunakan MSDT dan Papikostik dll.
Personality test digunakan untuk memperoleh informasi tambahan yang kemudian  diintegrasikan dengan informasi-informasi dari latihan-latihan simulasi sebagai sumber utama dalam Assessment Center. Test atau inventori yang akan digunakan pada sesi integrasi haruslah relevan dengan satu atau lebih dimensi kompetensi yang menjadi “sasaran”.

7. Interview Based Competency
Interview Based Competency merupakan suatu teknik wawancara terstruktur yang dapat digunakan untuk menggali informasi detail dan mendalam dengan mendeskripsikan tindakan-tindakan masa lampau (Behavioral Event Interview) dalam hal pekerjaan, situasi, pikiran-pikiran dan perasaannya saat itu, sehingga dapat diprediksikan mengenai perilaku yang akan datang sebagai “kunci” keberhasilan seseorang.
Ada beberapa hal yang harus dipenuhi dalam Assessment Center dalam menjalankan Behavioral Event Interview, yaitu :
(a)    Interview harus dilakukan oleh 2 orang atau lebih. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan ketajaman dan mengurangi resiko subjektifitas, karena dalam pengukuran suatu kompetensi yang dibutuhkan adalah objektifitas penilaian.
(b)   Menggunakan kompetensi model sebagai sistem skoring terstandard dengan mengacu pada indikator-indikator perilaku.
(c)    Integrasi data, yang merupakan penggabungan penilaian-penilaian secaara kuantitatif melalui skoring dari setiap indikator-indikator perilaku yang muncul dan mewakili kompetensi seseorang.

Beberapa tehnik interview yang dapat digunakan untuk menggali kemampuan seseorang sehingga  diperoleh informasi yang detail, yaitu :
(a)   Teknik STAR.
S = Situation (Situasi)
contoh pertanyaan : -Bagaimana situasi yang anda hadapi saat itu?
-Apa yang melatarbelakangi situasi tersebut?
T = Task (Tugas)
Contoh Pertanyaan : - Tugas apa yang anda lakukan saat itu?
A = Action (Tindakan)
Contoh pertanyaan : -Apa yang anda lakukan saat itu?, - Bagaimana anda
melakukannya?, -Langkah-langkah apa yang anda ambil?,
-Siapa yang terlibat saat itu?
R = Resoult (Hasil)
Cantoh Pertanyaan      : - Ceritakan hasil dari tindakan anda tersebut?

(b)   Teknik FACT
F = Feeling
Contoh Pertanyaan     : -Apa yang anda rasakan saat itu?
A = Action
Contoh pertanyaan      : - Apa yang anda lakukan saat itu?, - Tindakan apa yang anda ambil?,
- Bagaimana anda melakukannya?
C = Context
Contoh Pertanyaan     : - Ceritakan situasi saat itu?,
- kondisi apa yang anda hadapi saat itu?
T = Thinking
Contoh Pertanyaan     : - Apa yang anda pikirkan saat itu?, -Apa yang anda harapkan terjadi saat
itu?


C. IMPLEMENTASI ASSESSMENT CENTER
Berikut ini time schedule dan tata cara pelaksanaan untuk menjalankan proses assessment :
Time Schedule Assessment Center :
  1. 08.00-08.30     => Persiapan Ruangan dan alat test
  2. 08.30-08.40     => Intruduce
  3. 08.40-09.30     => Penyajian Case Analysis dan In-Tray
  4. 09.40-10.45     => Psikotest (DISC dan M.BTI)
  5. 10.45-11.10     => Penyajian Group Discussion
  6. 11.10- 11.45    => Group Discussion dan ORCE (Observation, Recording, Classification and Evalution)
  7. 11.45-12.00     => Integrasi data sementara
  8. 12.00-13.00     => Rehat
  9. 13.00-Selesai   => Presentasi dan Interview
  10.  Integrasi Data Akhir

1. Persiapan Alat Tes dan Ruangan
Sebelum pelaksanaan assessment, assessor mempersiapkan alat-alat yang akan digunakan selama prosess berlangsung, yaitu :
a)      Kertas kerja In-Tray/Case Analysis
b)      In-Tray (MD, AKT, KTJ, AC)
c)      Lembar Jawaban dan Buku Soal Psikotes (DISC & M. BTI)
d)     Lembaran diskusi kelompok
e)      Worksheet Assesor
f)       Guidance Interview
2. Introduce & Pemberitahuan Info Peserta Assessment
Tahap awal pelaksanaan proses assessment dimulai dengan introduce/pembukaan awal dan pemberitahuaan info kepada peserta assessment. Berikut ini ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pemberitahuan info ke peserta assessment :
a. Salam pembukaan. Mengucapkan salam disesuaikan dengan situasi dan kondisi.
b. Tujuan. Assessor menjelaskan tujuan dari assessment untuk para peserta dan kegunaan untuk organisasi atau perusahaan
c. Perkenalan Staff. Assesor melakukan perkenalan diri dan assessor yang terlibat dalam proses  assessment.
d. Materi. Materi apa saja yang akan diberikan pada peserta selama proses assessment.
e. Hasil. Ditujukan kepada siapa hasil assessment dan seberapa lama dapat digunakan.

Contoh Introduce :
- Selamat pagi....
- Terima kasih bapak-bapak / ibu-ibu sudah menghadiri undangan dari Team Assessment Career untuk prosess assessment hari ini. Selama prosess assessment, Anda akan ditemani oleh saya (menyebutkan nama...), dan rekan saya (memperkenalkan nama rekan kerja). Tujuan assessment ini yaitu salah satunya promosi jabatan (serta menjelaskan tujuan assessment kalau masih ada info yang diperlukan). Baiklah untuk prosess assessment ini Anda akan mengikuti beberapa tahap, yaitu : yang pertama ada case analysis/Intray  psikotest yang terdiri dari dua tes yaitu tes M.BTI dan DISC, setelah itu kita adakan diskusi kelompok (disesuaikan dengan jumlah peserta) dan terakhir ada interview dengan Team Assessment Career. Sedangkan untuk hasil assessment ini akan kami kirimkan dalam waktu 1-2 hari setelah proses dilaksanakan kepada atasan anda.
- Sampai disini ada pertanyaan... (diam sebentar menunggu peserta ada yang bertanya atau tidak).
- Silakan salah satu dari Anda untuk memimpin doa (mempersilakan peserta memimpin doa)
-         Anda akan memperoleh no urut yang akan digunakan selama proses asessemnt berlangsung.. (assesor memberi nomor urut tes kepada asese). Exp : No Peserta/Ass. Jabatan Target/Tgl-Bln-Thn

3. Case Analysis
Case Analysis
-         Pastikan semua identitas assesse sudah terisi semua.
-         Intruksi : Anda sudah dibagikan selembar kertas. Didalam kertas tsb terdapat 3 kolom, yaitu : kolom A: Identifikasi permasalah dan hubungan antar item. Untuk kolom ini (kolom A) Anda diminta menulis segala permasalahan yang berhubungan dengan pekerjaan Anda saat ini/jabatan Anda saat ini. Didalam kolom A tsb terdapat 10 nomor, jika permasalah yang Anda temukan lebih dari 10, Anda bisa menulis dibalik lembar kertas. Untuk pengisian kolom A apakah ada pertanyaan? (diam sejenak menungu pertanyaan).
Kolom B : Permasalahan secara keseluruhan. Untuk kolom B Anda diminta untuk menganalisa dan mencari akar permasalah/penyebab utama dari permasalahan-permasalahan yang ada di kolom A diatas. Untuk pengisian kolom B apakah ada pertanyaan? (diam sejenak menungu pertanyaan).
Kolom C : Alur tindakan Penyelesaian. Untuk kolom C ini Anda diminta untuk bermain peran sebagai atasan Anda (sebagai target yang Anda tuju sekarang) dalam penyelesaian masalah tersebut.Untuk pengisian kolom C apakah ada pertanyaan? (diam sejenak menungu pertanyaan). Untuk pengerjaan Case Analysis ini selama 60 menit. Jika tidak ada pertanyaan anda bisa mulai dari sekarang.

4. In-Tray (U/ Dept Operasional)
Intruksi : Anda sudah dibagikan selembar kertas kerja dan satu paket intray. Saat ini Anda adalah sebagai seorang karyawan (disesuaikan dengan jabatan target). Pada hari pertama anda kerja , anda dihadapkan setumpuk memo dimeja anda. Tugas Anda :
  1. Baca intray/kartu-kartu/memo-memo tsb kemudian Anda diminta untuk memprioritaskan permasalahan-permasalahan yang harus Anda dahulukan. Permasalahan-permasalahan yang Anda temukan bisa Anda tulis dikolom A kertas kerja. Tapi bukan berarti setiap kartu mempunyai 1 masalah.Untuk pengisian kolom A apakah ada pertanyaan? (diam sejenak menungu pertanyaan)
  2. Untuk kolom B Anda diminta untuk menganalisa permasalahan-permasalahan tersebut, dan mencari akar permasalahan dari masalah-masalah dari kolom A.Untuk pengisian kolom B apakah ada pertanyaan? (diam sejenak menungu pertanyaan)
  3. Untuk kolom C Anda diminta untuk mengambil tindakan terhadap permasalahan yang sudah anda temukan. Untuk kolom C ini Anda diminta untuk bermain peran sebagai atasn Anda (sebagai target yang Anda tuju sekarang) dalam penyelesaian masalah tersebut. Untuk pengisian kolom C apakah ada pertanyaan? (diam sejenak menungu pertanyaan)
            Jika tidak ada pertanyaan, Anda bisa mengerjakan mulai dari sekarang. Waktu untuk mengerjakan tugas ini selama 1 Jam.
Untuk pengerjaan In-Tray, menggunakan lembar kertas transparansi. Hal ini digunakan untuk mempermudah peserta dalam presentasi dihadapan panelis.

5. Personality Test
Personality test adalah suatu tes/instrument untuk mengukur/melihat gaya kepemimpinan, tipe kepribadian, tingkat kecerdasan emosi, minat utnuk berprestasi dll. Dalam proses assessement, intsrument yang digunakan untuk mengukur hal tersebut menggunakan MSDT dan Papikostik

Penggunaan Test Inventori ini digunakan untuk memperoleh informasi tambahan untuk mengetahui kepribadian, sikap kepemimpinan, dan sebagainya. Test Inventori ini kemudian diintegrasikan dengan informasi-informasi yang telah diperoleh dari latihan-latihan simulasi dalam Assessment Center. Test inventori yang digunakan pada sesi integrasi haruslah relevan dengan satu atau lebih dimensi kompetensi yang menjadi sasaran.

6. Group Discussion
Kasus/permasalahan  yang dihadapi dalam diskusi kelompok ada beberapa jenis, yaitu :
(1)   Terapung-apung                                              : untuk level Admin dan Staff
(2)   Armagedon dan Pesawat Oleng-oleng           : untuk level Officer  dan Spv
(3)   Pilih Lokasi dan Menteri Negara                    : untuk level Manager



Posisi Para Peserta dan Assessor/Observer
dalam Latihan Simulasi Diskusi Kelompok

                                 
 
Assessor 1
  
Assessor 3
 
 
   
    
   
 
     
 
 
 
   
   
     
 
 
   
     
 
 
 
   
    
 
 
   
    
 
 
  
Assessor 2
   
Assessor 4
 













Untuk diskusi kelompok yang peserta-nya melebihi 5 kandidat bisa dilakukan dengan pembagian Assesor menjadi 2 team. Team 1 (Assessor 1 dan assessor 2) dan team 2 (Assessor 3 dan Assessor 4). Lay out yang baik untuk posisi Assessor dalam melaksanakan observasi seperti gambar diatas, yaitu Team 1 (Assessor 1&2) mengamati peserta 1,2,3,4,5, dan 6 sedangkan Team 2 (Assesor 3&4) mengamati peserta 7,8,9,10,11, dan 12. Dengan lay out seperti ini Team 1 & Team 2 dapat mengamati secara langsung/berhadapan dengan peserta yang diamati sehingga terlihat jelas perilaku yang ditampilkan.
Dalam Diskusi kelompok ini ada beberapa kompetensi yang dapat diamati/diobservasi dan dicatat oleh assessor antara lain : Self Confidance, Team Leadership, Flexibility/Adaptability, Team Work, dan Analytical thinking.
- Intruksi awal : anda saat ini dihadapkan pada suatu permasalahan (disesuaikan dengan jenis masalah yang dihadapi), silakan anda tentukan tindakan secara pribadi terhadap permasalahan tersebut.
- Intruksi kelompok : silakan anda diskusikan kedalam kelompok anda, sehingga mencapai suatu kesepakatan bersama. Selama diskusi ini anda tidak boleh voting dalam mengambil kesepakatan.
- Silakan salah satu dari bapak-bapak/ibu membacakan hasil yang telah disepakati dalam diskusi ini.
Setelah proses diskusi kelompok berakhir, para peserta diminta untuk menghentikan seluruh aktivitasnya, kemudian assessor menutup proses diskusi dengan mengucapkan terimakasih kepada peserta atas partisipasinya. Setelah melaksanakan proses observasi saat diskusi kelompok, para assessor mengintegrasikan score sementara secara statistik melalui informasi yang terkumpul selama diskusi dengan acuan interview guidance.

7. ORCE (Observation, Recording, Classification and Evalution)
Pada intinya, aktivitas dan tugas utama seorang Assessor dalam proses assessment adalah melakukan pengamatan, pencatatan, penggolongan dan penilaian atau yang lebih dikenal sebagai konsep ORCE (Observe, Record, Classify, dan Evaluation). Selama menjalani proses simulasi-simulasi dalam Assessment (Group Discussion, Presentation dan Interview), Assessor bertugas melakukan :
(a)    Observation/Pengamatan yaitu mengamati perilaku para peserta selama menjalankan aktivitas-aktivitas didalam Assessment .
(b)   Recording/Merekam yaitu proses membuat catatan tertulis mengenai perilaku peserta secara verbatim pada waktu kejadiannya untuk dianalisa kemudian. Perilaku dalam hal ini meliputi tindakan dan perkataan Assesse, yang nantinya akan berfungsi sebagai bukti-bukti untuk kinerja dan kemampuan.
(c)    Classification/Penggolongan yaitu proses menggolongkan perilaku yang diamati dan mencatat didalam berbagai dimensi kompetensi yang dapat diamati.
(d)   Evaluation/Menilai yaitu menilai kinerja para peserta pada tiap dimensi kompetensi dengan memberikan penilaian berdasarkan bukti-bukti yang telah terkumpul.

Selama proses simulasi dan interview berlangsung, Assesor menjalankan ORCE dengan mengamati, merekam/mencatat perilaku, penggolongan dan menilai mengenai apa saja yang dilakukan dan dikatakan oleb para peserta, baik kontribusi-kontribusi yang penting atau perilaku yang mendukung kelancaran proses diskusi kelompok maupun perilaku yang tidak diharapkan atau perilaku menghambat proses diskusi kelompok. Akurasi pencatatan berperan vital dalam proses assessment. Informasi pencatatan ini akan menjadi input pokok yang akan digunakan pada tahap berikutnya, yaitu pengolahan data, penggolongan dan penilaian.
            Observasi dan interview merupakan aktivitas esensial dalam implementasi metode utama dari assessment center. Sehubungan dengan itu, assesor harus memperhatikan beberapa hal yang sering menghambat dan menimbulkan bias dalam proses pengamatan dan pencatatan, yaitu :
1. Konsentrasi Assesor berkurang, sehingga menimbulkan kecendrungan pada assessor untuk merekontruksi apa yang dilihat dengan konsep assessor sendiri.
2. Efek kesan pertama yang cukup kuat sehingga dapat membentuk kesan yang kurang berarti (subjektif) pada tahap berikutnya.
3. Efek kontras, dimana kelompok yang sangat aktif dapat membuat seorang peserta yang sebenarnya cukup kontributif menjadi kelihatan kurang aktif dibandingkan keaktifan kelompok secara keseluruhan, ataupun sebaliknya.
4. Seorang yang pintar berbicara dapat menimbulkan kesan yang kurang mendasar (bias). Dalam hal ini assessor harus memperhatikan isi dan konteks yang dibicarakan, baik verbal maupun non verbal.
5. Sentimen atau perasaan suka/tidak suka akan membentuk kesan dan penilaian yang kurang objektif.

D. PENGOLAHAN DATA
Sebelum melakukan proses integrasi data atau penentuan data akhir dari serangkaian simulasi-simulasi interaktif baik yang dilakukan secara kelompok maupun individual, tugas para assesor harus menentukan klasifikasi setiap perilaku dari hasil pengamatan ke dalam dimensi kompetensi yang sesuai sebagai bukti penilaian yang akumulatif. Dalam penggolongan ke dalam dimensi kompetensi, tidak semua perilaku yang telah dicatat dapat digolongkan kedalam suatu dimensi kompetensi yang diukur. Demikian pula sebaliknya, dan sangat memungkinkan terjadi suatu perilaku tertentu yang dapat diklasifikasikan untuk lebih dari satu dimensi kompetensi.
1. Coding dan Scoring
Tahap awal dalam pengolahan data ini adalah proses Coding. Coding adalah suatu proses yang diawali dengan memilih bagian-bagian mana saja dari sekian banyak data transkrip (pada saat interview), catatan perilaku (dalam diskusi kelompok dan presentasi) dari respon tindakan yang dapat digunakan dan yang tidak dapat digunakan sebagai bukti-bukti yang dapat mengindikasikan suatu kompetensi yang akan diukur, baik positif maupun negatif.
Untuk tes Psikologi yang lazimnya berbentuk inventori yang mengungkapkan prefensi, tipe kepribadian, minat, proses coding dilakukan dengan memilih aspek-aspek yang berkaitan dengan dimensi-dimensi kompetensi yang termuat dalam dimensi kompetensi.
Proses akhir pengolahan data adalah proses scoring. Proses scoring merupakan suatu proses pemberian penilaian akhir berupa data kuantitatif yang diperoleh dari kesepakatan dua orang atau lebih assessor sebagai orang yang menilai. Sesi integrasi merupakan media bagi assessor untuk memfokuskan analisis assessor pada keseluruhan kinerja peserta dibandingkan dengan kompetensi model, dan tidak jarang bagi para assesor membutuhkan waktu yang lama dalam proses pengintegrasian data akhir dikarenakan data-data yang diperoleh assesor satu dengan assesor lain mempunyai data yang berbeda. Sehingga pada sesi review ini, para assessor dituntut untuk berpikir terbuka dan objektif sehingga memperoleh kata sepakat dalam pengintegrasian data. Hasil data yang sudah disepakati berupa data kuantitaf akan dimasukkan ke dalam suatu kertas integrasi assessor.

2. Intepretasi Hasil.
Data kuantitatif yang diperoleh dari review assessor akan diolah ke dalam komputer dengan menggunakan program Oracle Developer, sehingga menghasilkan output score dari kompetensi yang diukur. Dimana score tersebut akan menempatkan seseorang pada suatu kriteria tertentu. Penempatan kriteria tersebut akan berbeda dalam jenis jabatan dan level jabatan tertentu. Adapun kriteria yang dimaksud adalah sebagai berikut:
  1. Tidak Disarankan
  2. Masih Dipertimbangkan
  3. Dipertimbangkan
  4. Disarankan
  5. Sangat Disarankan
Seseorang dinyatakan tidak lulus bilamana memperoleh hasil “Tidak Disarankan”. Sedangkan untuk hasil “Masih Dipertimbangkan, Dipertimbangkan, Disarankan, dan Sangat Disarankan” dinyatakan lulus.
            Data hasil assessment akan dikirimkan kepada User (atasan) para peserta, melalui email yang dikirim oleh Team Assessment Careert. Data hasil assessment dikirimkan 1-2 hari setelah proses assessment dilaksanakan. Hasil assessment akan digunakan sebagai dasar pengangkatan seorang karyawan ke tingkat jabatan yang lebih tinggi. Hasil assessment juga bisa digunakan sebagai dasar pemberian pelatihan (Training) dan pengembangan karyawan, serta dapat menjadi dasar pengelompokan karyawan.

CONTOH PERTANYAAN UNTUK MENGUKUR KOMPETENSI

Orientasi pelayanan konsumenPertanyaan
Perilaku PositifMemenuhi permintaan atau  harapan konsumen/orang lain/departemen lain dengan ramah.
Melayani komplainan dari konsumen/orang lain/departemen lain dengan ramah.
Memberikan informasi yang membantu konsumen/orang lain/departemen lain.
Mencari tahu harapan konsumen/orang lain/departemen lain
Secara aktif mencari tahu hal-hal yang memuaskan dan hal-hal yang kurang memuaskan konsumen/orang   lain/departemen lain.
Menyelesaikan masalah yang terjadi dengan konsumen/orang lain/departemen lain hingga tuntas dan menguntungkan kedua belah pihak.
Mencari informasi yang riil tentang kebutuhan-kebutuhan baru dari orang lain/departemen lain/konsumen dan melakukan penyesuaian terhadap pelayanan yang diberikan.
Perilaku negatif
Kurang tanggap terhadap kebutuhan/permintaan dari konsumen/orang lain/departemen lain.
Merasa lebih mengetahui apa yang dibutuhkan/diharapkan konsumen/departemen lain/orang lain.
Tidak menjalin komunikasi dengan konsumen/orang lain/departemen lain, hanya terfokus pada tindakan.
Dalam menyelesaikan permasalahan, cenderung mengikuti dan menuruti apa yang diminta konsumen.
ceritakan pengalaman Anda ketika Anda memberikan bantuan/menindaklanjuti permintaan / memberikan pelayanan kepada orang lain/departemen lain/konsumen!Bantuan apa yang diminta saat itu?
Ceritakan situasi /keadaan yang Anda hadapi saat dimintai pertolongan?
Apa yang Anda lakukan saat itu?
Apakah Anda mendapatkan kritikan atau komplain saat itu?apa yang Anda rasakan?
Bagaimana Anda menghadapi  komplainan tersebut?
Ceritakan orang/departemen/pihak yang paling banyak meminta bantuan dari Anda atau orang/ departemen/ pihak yang meminta bantuan Anda secara rutin (regular)!
Bantuan seperti apa yang diminta?
Seberapa baik Anda dapat memenuhi harapan/permintaan tersebut?
Bagaimana Anda mengetahui bahwa persepsi Anda benar?(berkaitan dengan seberapa baik ybs dapat memenuhi harapan orang lain/dept.  lain).
Langkah-langkah apa yang Anda ambil untuk meningkatkan kualitas pelayanan/jasa yang diberikan?
Uraikan pengalaman ketika Anda harus menggunakan tanggung jawab dan otoritas Anda untuk menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan hasil kerja Anda/tim Anda kepada orang lain/departemen lain/konsumen?
Apa permasalahan yang muncul saat ini?
Mengapa hal itu terjadi?
Tindakan apa yang Anda lakukan untuk mengatasi masalah tersebut?
Bagaimana hasil penanganan yang Anda lakukan?
Kerjasama TimPertanyaan
Perilaku positifnIkut berpartisipasi dan ikut ambil bagian dalam kerja tim, memberi dukungan dan terlibat d dalam kelompok.
nMenghargai inputan dari anggota tim yang lain.
nBerusaha untuk melibatkan orang lain dalam menyelesaikan permasalahan.
nAktif melibatkan orang lain dalam menentukan suatu kebijakan.
nMendorong anggota tim untuk memberikan masukan dalam menentukan kebijakan atau membuat perencanaan-perencanaan.
Perilaku negatif.
nLebih menyukai bekerja sendiri.
nJarang memberikan dukungan pada orang lain/anggota tim.
nKurang memperhatikan pendapat atau masukan dari orang lain/anggota tim.
nTidak memperhatikan dan tidak menyelesaikan perbedaan-perbedaan yang muncul di dalam tim.
nMendahulukan kepentingan pribadi daripada kepentingan kelompok.
nCeritakan pengalaman Anda ketika Anda menjadi bagian/anggota dalam sebuah tim/kelompok/organisasi!qApa tujuan dari tim/kelompok,organisasi tersebut?hal apa yang ingin dicapai saat itu?
qApa peran Anda dalam tim/kelompok,organisasi tersebut?
qTindakan-tindakan apa yang Anda lakukan dalam rangka mencapai tujuan dari tim/kelompok/organisasi tersebut?
qBagaiamana hasil kerja dari tim/kelompok/organisasi tersebut?
nGambarkan situasi dimana Anda harus mengarahkan tim untuk menyelesaikan suatu tugas/pekerjaan?
qApa tugas yang harus Anda selesaikan?tindakan-tindakan apa saja yang Anda lakukan saat itu?
qApa pendapat anggota tim Anda terhadap tindakan Anda?
qBagaimana tanggapan Anda terhadap pendapat dari anggota tim Anda saat itu?
qApa yang dilakukan oleh anggota tim Anda saat itu?
qApakah ada anggota tim yang melakukan tindakan tidak sesuai dengan rencana yang Anda buat saat itu?
qApa pendapat Anda tentang tindakan tersebut?
qCeritakan hasil kerja tim Anda?
nCeritakan situasi dimana Anda harus melakukan suatu perubahan dalam tim atau membuat suatu kebijakan baru yang berdampak pada tim Anda!
qSituasi apa yang mendorong Anda untuk melakukan suatu perubahan?
qLangkah-langkah apa yang Anda ambil dalam membuat keputusan tersebut?
qBagaimana reaksi dari anggota tim Anda?
qApakah terjadi perbedaan pendapat (pro & kontra) di dalam tim Anda?
qBagaiaman Anda menyelesaikan perbedaan tersebut?
 n 
Orientasi pada hasil kerjaPertanyaan 
Perilaku positif.nTermotivasi untuk mencapai target yang telah ditentukan oleh perusahaan.
nTerbuka terhadap tantangan-tantangan baru.
nMenetapkan target pribadi dalam menjalankan suatu tugas atau pekerjaan dan mencapai target tersebut.
nMampu melebihi target yang telah ditentukan oleh perusahaan/orang lain.
nMenetapkan strategi-strategi baru untuk mengatasi masalah-masalah yang muncul dan untuk mencapai hasil kerja yang maksimal.
nMenentukan target-target baru yang lebih menantang untuk diri sendiri maupun untuk tim dengan memperhitungkan kemampuan yang dimiliki.
Perilaku negatif.
nKurang termotivasi dalam mencapai target.
nLebih menyukai tugas-tugas yang sederhana.
nPencapaian target yang biasa-biasa saja.
nTidak melakukan perbaikan strategi walaupun hasil yang dicapai kurang maksimal.
nMenetapkan target-target yang biasa saja dan mudah untuk dicapai.
nKurang menyukai tugas-tugas baru atau tanggung jawab baru.
nCeritakan kepada kami peristiwa ketika Anda mendapatkan tanggung jawab untuk menyelesaikan suatu tugas/menyelesaikan suatu pekerjaan/mencapai suatu target!qSiapa yang memberikan tugas tersebut?
qApa yang harus dicapai saat itu?
qApa yang Anda lakukan saat itu?
qMasalah-masalah apa yang muncul?apa yang Anda lakukan?
qBagaimana hasil kerja Anda?
nCeritakan pengalaman ketika Anda merasa sangat termotivasi untuk menyelesaikan tugas/pekerjaan/mencapai suatu target!
qTugas apa yang harus diselesaikan/apa target yang harus dicapai?mengapa Anda begitu termotivasi untuk menyelesaikannya?
qApa stAndar pencapaian yang Anda tetapkan untuk diri Anda sendiri (berkaitan dengan tugas/target yang diberikan)
qKesulitan-kesulitan apa yang muncul dan bagaimana Anda mengatasi hal tersebut?
qBagaimana pencapaian yang Anda peroleh dalam menyelesaikan tugas/target yang diberikan?
nCeritakan pengalaman ketika Anda merasa telah berusaha maksimal dalam menyelesaikan tugas/mencapai suatu target, namun hasil yang dicapai tidak/kurang maksimal!
qMenurut Anda dimana letak kesalahan yang menyebabkan hasil kerja / pencapaian target  Anda atau tim Anda tidak/kurang maksimal?
qApa pendapat Anda tentang situasi yang Anda hadapi pada waktu itu?
qTindakan perbaikan apa yang Anda lakukan?
qBagaimana hasil tindakan yang Anda ambil?
nGambarkan situasi saat Anda menerima tanggung jawab baru atau saat Anda menetapkan target-target baru dalam dunia kerja Anda?
qTanggung jawab/target apa yang Anda peroleh/Anda tetapkan?
qBagaimana hal tersebut bila dibandingkan dengan tanggung jawab atau target-target sebelumnya?
qUpaya-upaya apa yang Anda lakukan untuk mewujudkannya?
qBagaimana hasil yang Anda capai
    
INOVASI UNTUK HASIL YANG LEBIH BAIKPertanyaan
Perilaku positif.nTerbuka terhadap ide-ide baru.
nMau betindak berdasarkan masukan atau ide-ide baru.
nMelihat kesempatan untuk melakukan perbaikan terhadap cara-cara konvensional.
nMemberikan solusi-solusi pemecahan masalah yang berbeda dari biasanya.
nBerani untuk bereksperimen untuk mendapatkan hasil yang berbeda dan lebih baik
nMelakukan tindakan berdasarkan ide-ide baru disesuaikan dengan situasi yang dihadapai.
nMenghadapi perubahan situasi (internal maupun eksternal) sebagai sarana untuk melakukan perubahan-perubahan baru / unik dan terarah.

Perilaku negatif.
nBerpikir secara konvensional dan tidak terbuka terhadap ide-ide baru.
nTidak menyukai perubahan.
nTidak mau mengambil resiko untuk mencoba hal-hal baru.
nKurang kreatif dalam menentukan solusi.
nMenyelesaikan masalah berdasarkan kejadian / pengalaman di masa lalu saja tanpa berusaha mencari solusi yang dapat memebrikan hasil yang lebih baik.
nUraikan pengalaman Anda ketika Anda mendapatkan masukan-masukan / ide-ide atau pendapat-pendapat baru tentang bagaimana mengerjakan suatu tugas / menyelesaikan suatu pekerjaan / cara mencapai suatu target !qApa yang Anda pikirkan tentang masukan / ide-ide / pendapat-pendapat tersebut?
qApa tindakan Anda berkaitan dengan masukan / ide / pendapat tersebut?
nUraikan kejadian ketika Anda memberikan masukan-masukan / ide-ide dalam menyelesaikan suatu tugas / menyelesaikan suatu pekerjaan / usaha untuk mencapai suatu target !
qApa yang membuat Anda merasa bahwa ide tersebut penting?
qSituasi apa yang mendorong Anda untuk mengeluarkan ide tersebut?
qApa dampak ide Anda pada hasil penyelesaian tugas / penyelesaian pekerjaan / pencapaian target?
nCeritakan pengalaman Anda ketika Anda menerapkan ide-ide baru untuk memberikan solusi terhadap permasalahan atau untuk memperbaiki sistim yang telah ada !
qSituasi apa yang mendorong Anda untuk menerapkan ide-ide tersebut?
qBagaiaman cara Anda menerapkan ide atau gagasan tersebut?
qApa peningkatan / perbaikan yang dicapai dengan menerapkan ide-ide tersebut?
qApa tanggapaan dari departemen lain terhadap perubahan yang telah anda lakukan?
nCeritakan pengalaman Anda ketika Anda harus menghadapi suatu perubahan situasi atau kondisi  secara global (baik secara internal maupun ekternal) yang sangat mempengaruhi pekerjaan atau tanggung jawab Anda beserta tim !

qApa yang Anda rasakan / pikirkan tentang perubahan situasi dan kondisi tersebut?
qApa dampak perubahan situasi atau kondisi tersebut terhdap tanggung jawab kerja Anda?
qTindakan-tindakan apa yang Anda lakukan dan kendala apa yang muncul?
qBagaimana hasil tindakan-tindakan yang Anda lakukan?
nUraikan usaha-usaha yang telah Anda lakukan dalam rangka mendorong tim Anda untuk berpikir lebih kreatif dan inovatif sehingga mampu memberikan hasil kerja yang lebih baik, efisien, dan memberikan nilai yang lebih !
qMengapa saat itu Anda merasa tindakan tersebut penting?
qLangkah-langkah konkret apa yang Anda lakukan saat itu?
qBagaimana Anda mengukur bahwa usaha Anda telah menunjukkan progres ?
Fleksibilitas dan adaptabilitasPertanyaan
Perilaku positifnMau menerima perubahan-perubahan baru.
nMenunjukkan respon positif terhdap ide-ide orang lain.
nMampu merubah rencana kerja / cara kerja yang telah disusun bila keadaan membutuhkan.
nMerubah cara pAndang terhadap masalah yang dihadapi dan mendapatkan taktik-taktik baru sebagai pemecahan masalah.
nMemberikan dorongan kepada orang lain / anggota tim agar berani menghadapi perubahan.
Perilaku negatif
nPesimis terhadap perubahan-perubahan baru.
nKurang bisa menerima ide-ide baru yang disampaikan orang lain.
nTidak mampu merubah rencana kerja bila situasi membutuhkan.
nTidak mampu merubah cara pandang terhadap suatu permasalahan sehingga tidak menghasilkan taktik atau cara-cara baru.
nCeritakan pengalaman Anda ketika Anda mengalami perbedaan pendapat dengan orang lain/rekan kerja dalam menghadapi / menyelesaikan suatu permasalahan / tugas!qApa yang Anda rasakan / fikirkan ketika terjadi perbedaan pendapat tersebut?
qTindakan apa yang Anda lakukan saat itu?
qApa pertimbangan yang mendorong Anda untuk bertindak seperti itu?
nUraikan kejadian ketika Anda harus menghadapi suatu perubahan situasi yang memperngaruhi cara kerja / standar kerja Anda!
qBagaimana situasi yang Anda hadapi saat itu?
qTugas apa yang harus Anda selesaikan saat itu?
qPerubahan cara kerja / stAndar kerja apa yang Anda lakukan?
qApa hasil dari tindakan Anda?
nCeritakan pengalaman Anda ketika Anda mendapatkan kesulitan untuk menyelesaikan tugas / pekerjaan / mencapai suatu target dengan menggunakan cara-cara yang konvensional!

qFaktor-faktor atau situasi apa yang menyebabkan Anda sulit untuk menyelesaikan tugas/pekerjaan/target tersebut?
qLangkah-langkah kerja / taktik apa yang Anda ambil?
qBagaimana hasilnya?
nCeritakan pengalaman Anda ketika Anda harus merubah seluruh perencanaan kerja yang telah Anda susun karena adanya perubahan situasi yang tidak terprediksi sebelumnya!
qApa reaksi Anda pertama kali?
qLangkah-langkah apa yang Anda ambil dalam menghadapi perubahan tersebut?
qApa yang Anda lakukan berkaitan dengan departemen/tim yang Anda pimpin?
Kepercayaan DiriPertanyaan
Perilaku positifnMenunjukkan keyakinan diri dalam bertindak sesuai dengan wewenang yang dimiliki.
nMenunjukkan sikap diri (verbal, non verbal, behaviour) yang mencerminkan kepercayaan diri.
nMampu menyampaikan pendapat disertai argumen-argumen untuk menyakinkan orang lain.
nBerhasil dalam melakukan lobby dengan orang lain.
nBerani membuat suatu keputusan dan menghadapi dampak-dampaknya secara pribadi.
nMengambil / mencari tugas-tugas dan tanggung jawab baru dengan memberikan ide-ide / gagasan-gagasan yang mneyakinkan.
Perilaku negatif
nTidak mampu menyakinkan orang lain.
nTidak mampu membuat keputusan secara pribadi (tergantung pada orang lain).
nTidak bertanggung jawab terhadap keputusan yang telah diambil.
nMenolak / tidak mencari tugas-tugas atau tanggung jawab baru.
nUraikan pengalaman Anda ketika Anda harus menyelesaikan suatu tugas / pekerjaan / target !qTugas / permasalahan apa yang harus Anda selesaikan saat itu ?
qApa halangan-halangan yang Anda hadapi saat itu dan bagaimana Anda menyelesaikannya ?
qBagaimana hasil dari tindakan Anda ?
nCeritakan kejadian dimana Anda memberikan pendapat / solusi terhadap suatu permasalahan dan berusaha menyakinkan pendapat / solusi itu pada orang lain !
qBagaimana cara Anda menyakinkan orang lain / tim bahwa pendapat / ide Anda bagus ?
qApa tanggapan yang Anda dapatkan ?
qBagaimana cara Anda mengetahui bahwa persepsi Anda tentang tanggapan orang / tim tersebut benar ?
nCeritakan pengalaman Anda ketika Anda membuat suatu keputusan yang beresiko tinggi !
qSituasi apa yang Anda tangani saat itu?
qApa yang Anda rasakan saat itu?
qTarget apa yang harus dicapai?
qBagaimana tanggapan dari rekan-rekan / personil Anda?
qApa tindakan Anda terhadap tanggapan mereka ?
nCeritakan pengalaman ketika Anda diminta untuk membuat perencanaan dan menyelesaikan sutau tugas atau tanggung jawab baru !
qApa yang Anda pikirkan dan Anda rasakan saat itu ? Apa reaksi Anda ?
qRencana tindakan apa yang Anda susun dan bagaimana Anda menyakinkan pihak yang memberikan  tenggung jawab tersebut ?
qBagaimana hasil usaha Anda?
Integritas dan kredibilitas PribadiPertanyaan
Perilaku positifnMenyampaikan informasi apa adanya.
nMembangun rasa percaya terhadap dirinya dengan menyelesaikan kewajiban dan tanggung jawabnya.
nMengungkapkan fakta apa adanya.
nMampu menerima dampak negatif dari sebuah  fakta dan berusaha untuk menetralkan situasi.
nMempertimbangkan situasi dan kodisi yang ada, berani untuk membuat keputusan yang sulit walaupun keputusan tersebut tidak disukai oleh banyak orang.
nMenerima kesalahan dan kegagalan yang telah dibuat tanpa menyalahkan situasi “dunia luar”.
Perilaku negatif
nMenyembunyikan informasi demi keamanan diri sendiri.
nMenyembunyikan fakta karena akan berakibat buruk bagi orang lain.
nMembuat keputusan yang populer dengan pertimbangan keamanan diri sendiri.
nCenderung membela diri atas tindakan dan keputusan yang telah dibuat.
nCeritakan pengalaman Anda ketika Anda mendapatkan kepercayaan dari orang lain / atasan / rekan kerja untuk menjalankan suatu tugas / menyelesaikan suatu permasalahanqTugas apa yang diberikan kepada Anda ?
qApa tindakan yang Anda lakukan ?
qKesulitan-kesulitan apa yang muncul ?
qBagaimana tanggapan ybs terhadapa hasil kerja Anda ?
nBerikan salah satu kejadian ketika Anda merasa harus menyampaikan / memberikan suatu informasi yang dapat menimbulkan dampak bagi orang lain !
qSituasi apa yang Anda hadapi saat itu ?
qApa yang Anda fikirkan dan rasakan tentang situasi ini ?
qBagaiman Anda memastikan bahwa informasi yang Anda berikan adalah benar-benar fakta ?
qApa dampak informasi yang Anda berikan bagi orang lain ? bagaimana Anda menghadapinya ?
nUraikan pengalaman Anda ketika  harus membuat suatu keputusan / kebijaksanaan penting untuk kepentingan bersama tetapi berdampak negatif bagi sebagian orang / sebagian anggota kelompok  !
qSituasi apa yang Anda hadapi sehingga Anda terdorong untuk melakukan tindakan    tersebut ?
qApa dampak keputusan  / kebijaksanaan yang Anda ambil ?
qBagaimana hasil dari kebijaksanaan yang Anda ambil ?
Kepemimpinan TimPertanyaan
Perilaku PositifnMemberikan informasi dengan jelas dan dimengerti oleh orang lain.
nMampu menjelaskan dampak dan pengaruh sebuah informasi atau kebijakan pada orang lain.
nMenggunakan metode komunikasi yang sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi.
nMemastikan bahwa orang lain / anggota tim memahami apa yang ingin dicapai.
nMenstimulasi orang lain / anggota tim untuk ikut mencari cara-cara penyelesaian masalah.
nMembuka diri terhadap masukan-masukan dari anggota tim / orang lain dalam membuat suatu keputusan.
nMemberikan motivasi dan kesempatan pada anggota tim untuk meningkatkan kenerja dan peran mereka dalam tim.
Perilaku Negatif
nMenyampaikan informasi namun kurang dapat dimengerti orang lain.
nTidak mampu menjelaskan dampak atau pengaruh dari suatu informasi atau kebijakan pada orang lain / anggota tim.
nMenggunakan cara / metode yang sama dalam menyampaikan informasi, tanpa berusaha memahami situasi dan kondisi yang dihadapai.
nMembuat keputusan berdasarkan pemikiran sendiri.
nCenderung menggunakan kontrol yang ketat dan kurang memberikan anggota tim untuk mengembangkan ide-ide dan gagasan-gagasan baru.
nKurang melibatkan anggota tim / orang lain dalam menyelesaikan permasalahan.
nUraikan pengalaman Anda ketika Anda mengorganisir sebuah tim untuk mencapai suatu tujuan !qApa tujuan yang harus dicapai tim tersebut ?
qTindakan apa yang Anda lakukan dalam rangka mengarahkan tim Anda untuk mencapai tujuan tersebut ?
qBagaimana hasil kerja tim tersebut ?
nUraikan pengalaman ketika Anda berhasil /sukses membawa tim Anda untuk mencapai suatu tujuan/ menyelesaikan suatu tugas !
qBagaimana cara Anda mengarahkan tim Anda ?
qBagaiamana Anda mengetahui bahwa tim Anda memahami apa yang Anda harapkan ?
qBagaimana hasil kerja dari tim tersebut ?
-
nCeritakan situasi ketika Anda bersama tim Anda mengalami kesulitan / megalamai hambatan untuk menyelesaikan suatu tugas atau mencapai suatu tujuan !
qMasalah apa yang Anda hadapi ?
qTindakan apa yang Anda lakukan bersama tim Anda?
qBagaimana Anda menentukan solusi-solusi yang diambil ?
qSiapa saja yang terlibat dalam pengambilan keputusan tersebut ?
-
nGambarkan situasi ketika Anda berusaha untuk meningkatkan motivasi tim / anggota tim ?
qMengapa hal tersebut Anda ambil ?situasi apa yang Anda hadapi?
qTujuan apa yang ingin Anda capai ?
qTindakan apa yang Anda ambil ?
qSeberapa baik hasil yag Anda capai saat itu ?
Orientasi pada strategiPertanyaan
Perilaku positifn  Memahami peran pribadi dalam pelaksanaan strategi bisnis.
n  Melakukan aktivitas yang berkaitan dengan pelaksanaan strategi bisnis.
n  Menyusun perencanaan yng berkaitan dengan penentuan sasaran-sasaran atau proyek-proyek yang mendukung strategi bisnis.
n  Melakukan antisipasi terhadap hambatan-hambatan yang muncul dalam pelaksanaan strategi bisnis dengan menciptakan strategi-strategi alternatif-alternatif.
Perilaku negatif
n  Kurang memahami peran pribadi dalam pelaksanaan strategi bisnis.
n  Menyusun perencanaan kerja tanpa memperhitungkan strategi bisnis namun lebih pada kepentingan pribadi.
n  Tidak / kurang melakukan antisipasi terhadap hambatan-hambatan yang muncul dalam melaksanakan rencana kerja.
nUraikan pengalaman Anda ketika Anda harus membuat skala prioritas kegiatan / aktivitas Anda berkaitan dengan pelakasanaan strategi yang telah ditetapkan oleh perusahaan !qMengapa Anda merasa harus melakukan hal ini ?
qApa yang Anda pikirkan tentang situasi ini?
qPertimbangan-pertimbangan apa yang mendasari Anda dalam membuat keputusan tersebut?
nCeritakan pengalaman ketika Anda membuat perencanaan kerja untuk departemen Anda dalam rangka menyukseskan strategi bisnis yang telah ditatapkan perusahaan !
qSituasi apa yang Anda hadapi saat itu dan bagaimana kaitannya dengan strategi bisnis yang telah ditatapkan oleh perusahaan ?
qApa yang Anda pikirkan tentang departemen Anda berkaitan dengan strategi bisnis yang telah
qLangkah kerja apa yang Anda susun saat itu ?
qCeritakan hasil tindakan Anda
nCeritakan situasi saat Anda merasa harus mereview rencana atau strategi-strategi awal yang telah Anda susun!

Situasi apa yang Anda hadapi saat itu dan bagaimana kaitannya dengan strategi bisnis yang telah ditatapkan oleh perusahaan ?
qSituasi apa yang mendorong Anda melakukan tindakan tersebut?
qApa yang Anda pikirkan tentang situasi ini?
qStrategi alternatif apa yang Anda susun?pertimbagan-pertimbagan apa yang Anda gunakan saat itu?
qCeritakan hasil tindakan Anda?
Pengembagan bawahanPertanyaan
Perilaku positifn  Yakin dan percaya bahwa orang bisa berubah dan mengembangkan kemampuannya secara teknis maupun dari sisi Perilaku
n  Memberikan instruksi-instruksi detail pada orang lain atau masukan-masukan yang spesifik pada orang lain agar ybs mengerjakan tugas-tugasnya dengan baik.
n  Memberikan contoh konkret bagaiaman seharusnya pekerjaan / tugas dilakukan.
n  Mencari informasi-informasi dari luar organisasi untuk memberikan masukan-masukan yang akan memudahkan cara kerja pada sesama rekan kerja atau pada anggota tim.
n  Mendelegasikan tugas pada anggota tim dan kemudian memberikan umpan balik positif maupun negatif untuk pengembangan.
n  Memberikan dorongan atau motivasi pada rekan kerja / anggota tim.
n  Memberikan tugas-tugas yang menantang dalam rangka pengembangan dan memberikan otonomi dalam pelaksanaannya.
Perilaku negatif
n  Hanya memberikan umpan balik yang bersifat negatif.
n  Hanya melakukan pengembangan yang bersifat terbatas (pada kasus-kasus yang muncul saja).
n  Mengharapkan orang lain atau anggota timnya mengembangkan dirinya sendiri tanpa memberikan bimbingan atau fasilitas yang mendukung.
n  Tidak melakukan pengembangan yang terencana dan berjangaka waktu panjang.(hanya bersifat partial).
n  Tidak mengenali kebutuhan (informasi & fasilitas) yang dibutuhkan orang lain / anggota tim untuk mengembangkan diri.
nCeritakan pengalaman Anda ketika Anda menjumpairekan kerja / anggota tim yang menunjukkan kinerja yang kurang maksimal !qMengapa ybs tidak menunjukkan kinerja yang maksimal ?
qApa yang Anda fikirkan saat itu ?
qTindakan apa yang Anda lakukan saat itu ?
nCeritakan pengalaman Anda ketika Anda memberikan bimbingan dalam menjalankan tugas atau cara kerja pada rekan kerja / rekan dalam tim Anda !
qBagaimana pendekatan yang Anda lakukan dalam memberikan bimbingan tersebut ?
qApa reaksi dari rekan kerja / rekan dalam tim tersebut ?
qSeberapa baik hasilnya
nCeritakan langkah-langkah pengembangan (skill, knowledge) yang sudah Anda lakukan  pada tim Anda !
qSituasi apa yang Anda hadapi saat itu sehingga Anda melakukan tindakan pengemabangan dalam tim Anda ?
qLangkah – langkah apa yang Anda lakukan saat itu agar pengembagnan tim Anda tercapai ?
qBagaimana Anda mengukur tingkat perkembagana dari tim Anda ?
Kepemimpinan perubahanPertanyaan
Perilaku positifn  Mencari kekurangan dari sistem atau proses yang telah ada dalam rangka mencari cara-cara yang lebih efektif dan lebih baik.
n  Memberi penjelasan pada anggota tim tentang area-area kerja dalam tim yang dapat dipebaiki atau diperbaharui.
n  Mengajak anggota tim / orang lain untuk melakukan perubahan dengan cara memodifikasi sasaran-sasaran, tujuan-tujuan yang telah direncanakan di waktu lalu.
n  Melibatkan anggota timnya untuk ikut serta dalam usaha untuk melakukan perubahan dalam tim atau departemen.
n  Melakukan perubahan-perubahan terhadap sistim konvensional yang telah berjalan selama ini untuk menghasilkan out put yang lebih baik, lebih efektif dan efisien
Perilaku negetif
n  Terfokus untuk menjalankan sistim yang telah ada.
n  Tidak ada upaya mengajak orang lain / anggota tim untuk melakukan perubahan atau memberi penjelasan tentang pentingnya perubahan.
n  Tidak mampu melibatkan anggota tim untuk berperan serta dalam melakukan perubahan pada cara kerja atau sistim yang ada.
nCeritakan situasi dalam tim Anda yang menurut Anda belum ideal / efektif / memerlukan perbaikan ?qApa yang membuat Anda merasa bahwa keadan tersebut belum ideal ?
qApa yang Anda fikirkan saat itu ?
qApa tindakan Anda dalam tim tersebut ?
nUraikan berbagai macam perubahan pada tim / departemen / sistim yang telah Anda lakukan !
qSituasi apa yang mendorong Anda melakukan perubahan ?
qPerubahan apa yang Anda lakukan dan apa yang ingin Anda capai ?
qBagaimana hasil kerja Anda ?
nCeritakan upaya-upaya yang Anda lakukan selama ini dalam rangka mendorong  tim / anggota departemen Anda agar mampu menghasilkan perubahan-perubahan positif dalam dunia kerja mereka sehingga menghasilkan hasil kerja yang kebih baik !
qLangkah –langkah apa yang Anda lakukan kepada tim / anggota departemen Anda ?
qBagaimana Anda mempengaruhi dan menanamkan kemauan untuk berubah untuk berkembang lebih baik pada tim / anggota departemen Anda ?
qSeberapa besar perubahan yang terjadi ?
Analisis dan penyelesaian masalahPertanyaan
Perilaku positifn  Mampu mengurai masalah dalam bagian-bagian yang lebih kecil.
n  Mengenali hubungan antar bagian-bagian permasalahan.
n  Mengetahui hubungan sebab-akibat  dari dari suatu kejadian.
n  Mengenali berbagai potensi yang dapat menimbulkan masalah dan merencanakan antisipasi.
n  Melakukan analisa hingga menemukan akar permasalahan.
n  Menganalisa situasi dan kejadian di masa lalu untuk memprediksi kejadian di masa kini.
n  Dalam menghadapai permasalahan yang rumit, mampu membuat solusi yang mudah dipahami dan dimengerti orang lain.
Perilaku negatif
n  Tidak mampu mengurai masalah ke dalam bagian-bagian yang kecil.
n  Melihat permasalahan hanya perbagian saja tanpa mencari hubungan satu sama lain.
n  Tidak mencari informasi untuk melakukan analisa terhadap suatu permasalahan.
n  Membuat kesimpulan tanpa menggunakan data-data yang mendukung.
n  Tidak menemukan akar permasalahan.
n  Mengambil keputusan tanpa mempertimbangkan sebab di waktu lalu dan akibat di masa yang akan datang.
nCeritakan ketika Anda melakukan analisa dan mengidentifikasi penyebab dari suatu masalah!qPermasalahan apa yang Anda hadapi saat itu?
qBagaimana cara Anda menganalisa masalah tersebut ?informasi-informasi apa saja yang Anda gunakan untuk melakukan analisa?
qHal-hal apa saja yang Anda temukan saat itu?
nCeritakan uraikan permasalahan yang rumit dan kompleks yang baru-baru ini Anda tangani!
qApa yang Anda pikirkan tentang masalah ini ?
qApa dampak-dampak yang dapat timbul dari masalah tersebut ?
qLangkah-langkah penyelesaian apa yang Anda lakukan?
qPertimbangan-pertimbangan apa yang Anda gunakan saat itu?
qBagaimana dampak dari solusi yang lakukan?
nCeritakan pengalaman Anda ketika Anda menerapkan solusi dan ide Anda untuk megatasi masalah rumit yang dihadapi oleh tim / departemen Anda !
qMasalah rumit apa yang Anda hadapi saat itu?
qBagaimana Anda memastikan bahwa tim Anda memahami situasi yang sedang dihadapi oleh departemen / tim Anda ?
qTindakan-tindakan apa yang Anda lakukan untuk memastikan bahwa solusi dan ide Anda dipahami dan dapat dijalankan oleh tim / departemen Anda ?
qBagaimana hasil tindakan Anda berkaitan dengan kinerja tim / departemen Anda dalam menyelesaikan permasalahan tersebut ?

CONTOH PROPOSAL PROGRAM KADERISASI

I.            PENDAHULUAN

A)         Latar Belakang
PT. XXX saat ini memiliki sebelas kantor cabang yang tersebar di pulau jawa dan lampung, dengan jumlah toko sekitar 3000 dan total jumlah karyawan mencapai 32.000 orang. Sampai saat ini upaya percepatan pembukaan cabang baru terus dilakukan, hal ini terkait dengan rencana jangka panjang PT. XXX untuk “Memerahkan Indonesia” dengan membangun XXX di seluruh pelosok Indonesia. Tahun XXX PT. XXX berencana membuka empat kantor cabang baru yang berlokasi di Bali, Palembang, Malang dan Solo.
Untuk mengoperasionalkan cabang baru, masing-masing kantor cabang dibutuhkan sekitar 400 orang karyawan back officce, sehingga untuk tahun depan diperkirakan akan dibutuhkan 1.600 orang karyawan untuk pemenuhan keempat branch baru tersebut. Berdasarkan perhitungan, pada masing-masing branch dibutuhkan sekitar tujuh orang di level managerial dan dua puluh orang di level Coordinator. Untuk memenuhi level Managerial dan Coordinator  pada keempat cabang baru tersebut, maka dibutuhkan sekitar seratus delapan karyawan. Akan tetapi, pemenuhan karyawan tidak hanya terfokus pada cabang baru, kewajiban pemenuhan karyawan juga untuk kesebelas branch dan HO yang sudah ada. Rencana pengembangan ini tentu melahirkan kosekuensi bagi seluruh team Alfamart, tidak terkecuali department HRD khususnya P&D yang bertanggung jawab dalam upaya pemenuhan kebutuhan karyawan.
Terkait dengan upaya percepatan pengembangan PT. XXX akan membutuhkan banyak calon-calon pemimpin pada masing-masing branch, P&D saat ini melakukan dua cara dalam upaya pemenuhan karyawan, yaitu Rekrutmen (pemenuhan dari eksternal), dan Assessmen (pemenuhan dari internal). Seiring dengan semakin pesatnya perkembangan bisnis maka dirumuskanlah suatu pendekatan yang lebih progresif dalam mengelola sumber daya manusia yaitu Talent Management.
Talent Management merupakan program persiapan kepemimpinan untuk karyawan yang memiliki kualitas unggul berdasarkan hasil penilaian kompetensi, performance, rekomendasi user dan dewan komite. Setelah karyawan teridentifikasi maka karyawan dimasukkan ke dalam talent pool kemudian dilakukan perencanaan karir. Selanjutnya dilakukan analisa kebutuhan pengembangan. Adapun area pengembangannya meliputi soft competency, technical competency dan bussiness proces. Tahap akhir dari program Talent Management yaitu melakukan proses assessment untuk mengukur kompetensi talentis pada jabatan selanjutnya.
Program Talent Management tidak hanya menyediakan SDM yang tepat, pada waktu yang tepat dan pada penempatan yang tepat, tetapi juga akan memunculkan sosok-sosok yang mempunyai jiwa kepemimpinan, sehingga siap menggantikan seniornya pada saat mutasi maupun karena memasuki masa purna karya (pensiun). Untuk itu semua Manajer Lini harus memahami dan mengerti akan Program Talent Management ini sehingga dapat terlibat dengan tulus dan ikhlas serta penuh tanggungjawab, dan pada akhirnya hal ini akan meningkatkan motivasi seluruh pegawai guna mengembangkan diri, yang pada gilirannya akan menunjang tercapainya tujuan strategis perusahaan.        
B)         Tujuan
         Tujuan yang hendak dicapai Talent Management adalah Membantu menciptakan dan mempertahankan keunggulan organisasi melalui manajemen talenta yang proaktif dengan cara memenuhi kebutuhan sumber daya manusia berkualitas untuk posisi-posisi kunci.
C)         Manfaat
         Manfaat yang akan diperoleh dari program Talent Management adalah :        
  1. Menciptakan dan  mempersiapkan calon-calon pemimpin perusahaan yang memahami Visi, Misi dan Budaya XXX.
  2. Mempertahankan dan memberdayakan talent-talent terbaik perusahaan
  3. Pengembangan karyawan tepat pada sasaran dan sesuai kebutuhan perusahaan
  4. Meningkatkan motivasi karyawan dalam menampilkan kinerja unggul

D)  Kualifikasi Talentis
 Subyek talent management harus memenuhi kriteria umum sebagai berikut :
a. Karyawan tetap XXX, sehat jasmani dan rohani
b. Level officer, coordinator dan midle manager
c. Masa kerja minimal 1 tahun
d. Tidak dalam periode menjalankan SP (Surat Peringatan)‏

E)     Cakupan Subyek Pengembangan
         Subyek pengembangan program talent management ini akan dimulai dari level koordinator yang akan dipersiapkan menjadi PGAM. Selanjutnya program pengembangan talent management akan mempersiapkan level officer ke level koordinator.


II.         RENCANA PELAKSANAAN  TALENT MANAGEMENT
1. Alur kerja Talent Management
 
  
2. Pihak yang Terlibat Dalam Talent Management.
a        Talentis
Karyawan yang masuk program telent management adalah karyawan dengan hasil appraisal dan assessment baik serta lulus dalam proses seleksi talent management.
b        Talentor
Talentor adalah team yang mengelola para talentis, mulai dari proses seleksi, analisa kebutuhan pengembangan, pengembangan, serta evaluasi bersama team lain. Memastikan talentis mendapatkan pengembangan yang sudah direncanakan serta berkoordinasi dengan departement lain untuk suksesi talentis.
c         Trainer
Trainer berperan sebagai team development dengan memberikan training internal atau mengirimkan talentis untuk training external yang bersifat klasikal dan in klass, dengan materi soft skill maupun technical skill.
d        Mentor
Mentor adalah karyawan yang mampu membimbing dan mengembangkan kompetensi talentis.
e         Assessor
Assessor berperan saat penilaian kompetensi untuk promosi jabatan atau memotret gap kompetensi.
f          Atasan langsung
Atasan langsung berperan sebagai pembimbing dan melakukan monitoring terhadap karyawan dalam program pengembangan.
    

3.  Infrastruktur
     Untuk menjalankan program talent management, infrastruktur yang dibutuhkan adalah
No
Infrastruktur
Ada
Belum ada
Keterangan
1
Performance Appraisal
V
 Manual
2
Assessment Data
V
 Sudah Oracle
3
Struktur Organisasi
V
 Manual
4
MPP Data
V
 Manual
5
Data Karyawan
V
 Sudah Oracle
6
Report Laporan Development
V
 Manual & IT
7
Perencanaan Bisnis Masa Depan
V
 Berubah-ubah



 III. RENCANA PENGEMBANGAN
1. Area Pengembangan
Area pengembangan untuk talentis meliputi Bussiness Process, Soft Competency dan Technical Competency.
a. Bussiness Process
Pada program pengembangan ini talent talentis di beri tugas untuk mempelajari tiga aspek bussiness process, yang meliputi Operational Toko, Operational DC dan HRD. Pada program pengembangan ini, talentis terjun langsung di toko, dc dan hrd untuk mendapatkan pengetahuan mengenai bussiness process secara langsung dan dibimbing oleh mentor yang ditunjuk.
Berikut gambar alurnya :
 
  
- Area Pengembangan Operational Toko
Tujuan                          : Memahami alur kerja toko
                 Metode                          : Rotational Assignment, Mentoring dan Coaching.
                 Area pengembangan   : Administrasi Toko
                                                             Sistem Kerja Toko
                                                             Hubungan kerja Toko dan DC
                  - Area Pengembangan Operational DC
Tujuan                          : Memahami alur kerja DC
                     Metode                         : Rotational Assignment,  Mentoring dan Coaching.
                     Area Pengembangan  : Administration
                                                               Receiving
                                                               Warehouse
                                                               Issuing
                                                               Perishable and Office Supplies (POS)‏
                     - Area Pengembangan HRD
Tujuan                          : Memahami pengetahuan keorganisasian
                        Metode                         : Sharing with Expert, Reading.
                        Area Pengembangan   : Struktur Organisasi
                                                                   Job Des
                                                                   Grading
                                                                   Perencanaan dan pemenuhan SDM
                                                                   Kepersonaliaan
                                                                   Pelatihan & Pengembangan
b. Soft Competency
Program pengembangan soft competency diberikan kepada talentis berdasarkan gap kompetensi pada jabatan targetnya. Metode pengembangan yang digunakan yaitu penugasan, training, reading dan shadowing.
Berikut adalah matrik soft competency yang digunakan sebagai dasar pengukuran gap.

Matriks pengembangan kompetensi operational
Daftar penugasan berdasarkan soft competency
 
  
c. Technical Competency
Program pengembangan technical competency yang diberikan kepada talentis sesuai dengan gap competency pada jabatan targetnya. Untuk saat ini technical competency pada setiap jabatan belum ada, sehingga untuk menentukan gap competencynya talentor melibatkan user untuk mengukur talentis. Setelah gap competency didapatkan program pengembangan dijalankan dengan metode rotational assignment, training, reading dan sharing with expert.
Berikut daftar pengembangan untuk talentis :
 
  
Berikut adalah form pengembangan talent management yang meliputi bussiness process, soft competency dan technical competency :
 
  
Penutup

Demikian proposal Talent Management ini kami buat, dengan tujuan mengembangkan karyawan potensial XXX, Mohon bantuan dan suport bapak-ibu semua. Terimakasih.
Xxxxx, ..................
Dibuat Oleh,                                                                                                               Disetujui Oleh,
(....................)                                                                                                              (........................)
PERSETUJUAN / APPROVAL

Disiapkan,Diajukan,Diperiksa,Disetujui,
.........................
.........................
.........................
.........................