Sabtu, 25 April 2015

Menentukan Competency & Assessment

Setelah kompetensi terbentuk, maka langkah selanjutnya adalah memberikan standard level kompetensi terhadap seluruh jabatan. Hal yang perlu diperhatikan bahwa untuk core competency wajib diberikan kepada seluruh level karyawan, namun standar level kompetensinya yang berbeda setiap jabatan.

Contoh Menurunkan Core Competency






Contoh Menentukan Fungsional Competency















Contoh Menentukan Hard Competency  : Coord Marketing









Pelaksanaan Assessment :




 







Index 1 : Tidak tahu
Index 2 : Tahu secara konsep
Index 3 : Tahu secara praktek dan praktek
Index 4 : Mampu mengajarkan
Index 5 : Mampu mengembangkan
































































COMPETENCY DICTIONARY 2

NoKompetensiLevelDevinisi
1InisiatifInisiatif adalah dorongan untuk mengidentifikasi suatu masalah, peluang atau rintangan dan mengambil tindakan untuk menyelesaikan maslah atau menangkap peluang yang ada, baik sekarang maupun dimasa mendatang. Inisiatif adalah secara proaktif melakukan suatu tindakan, tidak sekedar berpikir tentang tindakan apa yang harus diambil dimasa mendatang.
1Bertindak atas Peluang Saat ini
aMengidentifikasi peluang dan atau maslah yang mungkin muncul sekarang kemudian melakukan tindakan untuk mengatasinya.
bMelakukan segala sesuatu tanpa diminta dan menyelesaikannya hingga tuntas.
2Bertindak Cepat Dalam Situasi Krisis
aBertindak cepat dalam menghadapi krisis meskipun tanpa informsi yang lengkap.
bBertindak cepat berdasarkan informasi yang tersedia dengan mengantisipasi akibat dimasa depan atas keputusan yang dibuat.
3Melakukan Tindakan Antisipatif 4 - 12 Bulan
aMengantisipasi dan bertindak atas peluang atau masalah dalam kurun waktu 4 sampai dengan 12 bulan mendatang.
4Melakukan Tindakan Antisipasi 1-2 Tahun
aMengantisipasi dan bertindak atas kesempatan atau masalah dalam kurun waktu 1 sampai dengan 2 tahun mendatang.
2Kepedulian terhadap Kualitas dan KeakuratanKepedulian terhadap Kualitas dan Keakuratan adalah dorongan untuk mengurangi ketidakpastian dalam suatu lingkungan. Hal ini tampak dalam bentuk pemanatauan dan pemeriksaan pekerjaan atau informasi dan menekankan pada kejelasan peran, fungsi, dan lain-lain
1Memperhatikan Kualitas
aMemperhatikan kualitas, keteraturan kerja dan hal-hal detil.
bMeminta kejelasan peran, harapan, informasi, tugas, dll. Seringkali dalam bentuk tulisan.
cBekeja dengan mengikuti kebijakan, pedoman, dan prosedur.
2Memeriksa Ulang
aMemeriksa ulang keakuratan informasi atau pekerjaan sendiri.
bSecara konsisten memastikan pencapaian kualitas dan keteraturan.
3Memonitor Kualitas Pekerjaan Orang lain
aMemantau kualitas pekerjaan orang lain, untuk memastikan bahwa prosedur ditaati.
bMendokumentasikan dengan jelas dan detil tentang kegiatan diri sendiri maupun orang lain.
4Memonitor Perkembangan Pekerjaan
aMemantau perkembangan suatu pekerjaan dan membandingkan dengan rencana kegiatan atau target yang telah ditentukan.
bMemantau data, menemukan kelemahanatau data yang terlewatkan dan mencari informasi untuk melengkapinya.

AREA KERJA HRD

Berikut adalah area kerja HRD yang bisa kita gunakan bersama sebagai patokan apa saja sih yang dapat kita pelajari dari HRD.
AOrganization Development
1Visi, Misi dan Nilai
2Struktur Organisasi
3CBHRM
4Job Des
5Job Evaluation
6Grading
7SOP
8HR Survey
 
BRecruitment & Selection
1Man Power Planning
2Recruitment
3Selection
 
CPersonalia
1Perjanjian Kerja
2Filling Document
3HRIS
4Compensation & Beneffit
 
DPerformance Management
1Performance Planning
2Performance Review
3Performance Appraisal
 
EDevelopment
1TNA
2Design Modul
3Training Delevery
4Evaluation
5Networking
6Talent Management
7Career Path
8Management Trainee
9Manager Development  Program
 
FCompensation & Beneffit
1Penggajian
2Bonus & THR
4Retention
 
GIndustrial Relation
1Peraturan Pemerintah
2Peraturan Perusahaan
3Serikat Pekerja

DISC


I.     SEJARAH DISC
DISC merupakan ilmu yang mempelajari prilaku manusia, ilmu yang mempelajari prilaku manusia sudah ada sejak zaman dahulu. Berikut kami gambarkan sejarah perkembangannya, namun tidak semua sejarah dituliskan, hanya ringkasannya.
a. Empedocles
Seorang dokter dan pendiri sekolah kedokteran, beliau berkarya sekitar 444 sebelum masehi, saat  itu Empedocles membagi prilaku manusia kedalam 4 faktor, yaitu :
-          Tanah
-          Udara
-          Api
-          Air.
Menurut Empedocles 4 faktor tersebut ada di dalam setiap manusia, jika diilustrasikan seperti sebuah lukisan, namun ada factor yang paling menonjol pada setiap manusia, misalnya lebih dominan api nya. Saya rasa kita tidak akan membahas sampai dalam mengenai teori dari Empedocles ini.
b. Hippocrates
Kemudian setelah Empedocles, ada seorang bapak ilmu kedokteran yang kita kenal dengan      Hippocrates, beliau mempelajari ilmu prilaku manusia dan mengkategorikan prilaku tersebut sesuai dengan bahasa kedokteran, yaitu :
-          Kholeric yaitu empedu kurning
-          Sanguine yaitu darah
-          Phlegmatic yaitu darah
-          Melankholic yaitu empedu hitam
c. Galen (129 – 216)
Beliau adalah tokoh yang mengembangkan teori dari Hippocrates tentang hubungan kondisi fisiologis seseorang dengan prilakunya. Beliau menyebarkan teori ini kedataran eropa dan arab.
d. Dr William M. Marston (1926)
Beliau adalah penemu ilmu DISC, namun beliau bukanlah yang menciptakan tes DISC. DISC terus berkembang dan dikembangkan oleh banyak ahli, diantaranya Dr. Sanford Kulkin dan Dr Bradley Smith

II.      PERKEMBANGAN DISC
DISC menjadi Alat tes yang popular sebelum perang dunia ke II untuk proses perekrutan militer, kemudian berkembang sampai dengan saat ini, DISC digunakan diberbagai aktifitas dan kegiatan , diantaranya :
Coaching, counseling, seleksi karyawan, penyelesaian Konflik, Peningkatan hubungan antar pribadi, pembentukan tim, pengembangan pribadi, pengarahan karir, dan sebagai alat untuk mengetahui cara berkomunikasi.

III.    DISC
Apakah DISC itu?
DISC adalah yang mempelajari prilaku manusia sehingga :
-          Membukakan pintu komunikasi antar manusia, karena setiap orang yang paham DISC tahu bagaimana bersikap dengan orang yang beda karakter.
-          DISC merupakan bahasa yang universal, karena ilmu perilaku ini tidak membedakan suku agama ataupun ras.
-             DISC membukakan pintu pengertian, karena setelah seseorang paham karakter orang lain maka ada pengetian tehadap karakter orang lain trsebut.
-             DISC dapat mengukur bagaimana setiap individu bereaksi atas situasi
-             DISC juga bukan memberikan label pada orang lain berdasarkan karakternya
-             DISC juga bukan untuk mengeneralisir orang lain.

Setting/Kontex
Setting /kontex sangat mempengaruhi prilaku seseorang, ketika settingnya berbeda maka prilakunya berbeda. Oleh karena itu pada saat tes DISC sangat diperhatikan setting nya, ketika settingnya berbeda bisa saja hasilnya berbeda. Contoh setting :
-          Lingkungan kerja
-          Lingkungan sekolah
-          Lingkungan keluarga

Populasi Karakter DISC
Berdasarkan survey, populasi karakter DISC diseluruh dunia adalah sebagai berikut :
D          Style sebanyak 3 %     
I           Style sebanyak 11%
S          Style sebanyak 69 %
C          Style sebanyak 17 %

Matrix DISC, cara gampang mengenali karakter seseorang :
                           




·         Orang  yang aktif/extrovert dan berorientasi pada tugas/berfikir, maka orang tersebut berkarakter D
·         Orang  yang aktif/extrovert dan berorientasi pada feeling/orang, maka orang tersebut berkarakter I
·         Orang  yang pasif/introvert dan berorientasi pada tugas/berfikir, maka orang tersebut berkarakter C
·         Orang  yang pasif/introvert dan berorientasi pada feeling/orang, maka orang tersebut berkarakter S


KECENDERUNGAN PERILAKU D
Kekuatan

  • Percaya diri
  • Kompetitif
  • Tegas
  • Optimistik
  • Produktif
  • Pengambil keputusan
  • Terlahir sebagai pemimpin
 Keterbatasan

  • Tidak sabar
  • Sombong
  • ‘Bossy’
  • Sarkastik
  • Argumentatif
  • Penuntut
  • Bicara blak-blakan

Karakteristik Tipe D
      Ketakutan Terbesar
     Dimanfaatkan orang lain & kehilangan kontrol
      Kebutuhgan Psikologis
     Mendominasi Orang lain
      Keinginan
     Hasil
      Emosi D Murni
     Marah

KECENDERUNGAN PERILAKU I
 Kekuatan
  • Selera Humor Tinggi
  • Terbuka
  • Ceria
  • Komunikatif
  • Antusias
  • Ekspresif
  • Hangat dan bersahabat
  • “Orang panggung”

Keterbatasan
  • Tidak disiplin
  • Mudah Gelisah
  • Mudah Lupa
  • Egosentris
  • Banyak Bicara
  • Tidak teroganisir
  • Tidak fokus pada detil

Karakteristik Tipe I
      Ketakutan Terbesar
           Penolakan & Kehilangan Stabilitas
      Kebutuhgan Psikologis
           Berinteraksi dengan orang lain
      Keinginan
           Pengakuan
      Emosi I Murni
           Optimis

KECENDERUNGAN PERILAKU S
Kekuatan
  • Sabar
  • Baik hati
  • Penyesal
  • Simpatik
  • Dapat diandalkan
  • Tenang tapi jenaka
  • Menyukai rutin
  • Pendengar yang baik
Keterbatasan
  • Kurang Cepat
  • Keras kepala
  • Tidak tegas
  • Tidak antusias
  • Terlalu sensitif
  • Hindari konflik
  • Terlalu berkompromi
  • Sulit ambil keputusan
Karakteristik Tipe S
      Ketakutan Terbesar
           Kehilangan stabilitas & rasa aman
      Kebutuhgan Psikologis
           Mengakomodasi kebutuhan orang lain
      Keinginan
           Hubungan
      Emosi S Murni
           Tidak Ekspresif

KECENDERUNGAN PERILAKU S
Kekuatan
      Analitis
      Rapi
      Akurat
      Disiplin
      Hati-hati
      Perfeksionis
      Mempunyai standar
      Menyukai fakta

Keterbatasan
      Kritis
      Pendiam
      Teoritis
      Kurang praktis
      Kaku & terlalu mengikuti aturan
      Kurang bisa bergaul
      Kurang percaya diri
  

Karakteristik Tipe C
      Ketakutan Terbesar
           Dikritik & diberi masukan
      Kebutuhgan Psikologis
           Sesuai dengan standarnya
      Keinginan
           Menjadi Benar
      Emosi D Murni
           Ketakutan


Ingin Belajar DISC secara keseluruhan? Termasuk bagaimana menyajikan Tes DISC dan bagaimana menginterpretasikannya, Silahkan hubungi 081212006455, membuka kelas perorangan dan kelompok.